Serangan siber tutup pembuat bir terbesar Australia tepat saat pub dibuka kembali

Sydney (AFP) - Sebuah serangan ransomware telah menutup pembuat bir terbesar di Australia dan Selandia Baru sehingga memotong pasokan ke pub dan restoran tepat ketika negara-negara tersebut bangkit dari penguncian virus corona, kata perusahaan itu Jumat.

Produsen minuman Lion - yang memproduksi merek bir populer termasuk XXXX Gold, Tooheys, Hahn, James Boag dan Little Creatures - mengatakan peretasan itu "tidak mungkin terjadi pada waktu yang lebih buruk."

Penyelidik di perusahaan itu mengatakan penghentian pekerjaan tersebut disebabkan oleh ransomware, yakni serangan siber yang membekukan sistem komputer tertarget sampai pembayaran dilakukan.

"Kami segera mematikan semua sistem kami sebagai tindakan pencegahan, dan kami terus bekerja dengan para pakar siber untuk menentukan berapa lama lagi sistem kami akan terpengaruh," kata Lion dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan itu tidak memberikan rincian tentang tuntutan tebusan dan mengatakan butuh waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk mengembalikan sistem produksinya.

Penutupan tempat pembuatan bir terjadi tepat ketika pub dan restoran di seluruh Selandia Baru dan Australia secara bertahap dibuka kembali setelah ditutup pada Maret untuk membendung penyebaran virus corona.

Kehidupan olahraga juga kembali normal, dengan kerumunan hingga 10.000 orang diizinkan masuk stadion olahraga Australia mulai bulan depan, dan Selandia Baru bersiap menyambut kembalinya penonton ke turnamen Super Rugby Aotearoa, yang dimulai Sabtu.

"Serangan ini tidak mungkin terjadi pada waktu yang lebih buruk bagi Lion, khususnya bagi pelanggan pub dan klub kami yang sangat berharga yang berada dalam tahap awal pemulihan setelah penutupan COVID-19," kata dia.

"Kami sedang berupaya membuat pabrik kami kembali online sesegera mungkin. Sementara itu, kami akan mengelola level stok kami dengan sangat erat dan mungkin melihat beberapa kekurangan sementara," katanya.

Produksi susu oleh Lion juga telah dihentikan oleh serangan siber tersebut, yang terjadi Senin, kata dia.


dm/rma