Serangan Turki Targetkan Milisi Kurdi Tewaskan Dua Warga Irak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Baghdad - Pada Minggu 22 Agustus 2021, dua warga sipil tewas di wilayah utara Kurdistan Irak oleh serangan tentara Turki. Serangan dilakukan ketika pasukan memerangi pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Turki secara teratur menargetkan Irak barat laut dalam operasi melawan PKK, yang dianggap Ankara sebagai organisasi teroris.

Saparatis Kurdi telah melancarkan pemberontakan selama puluhan tahun melawan Turki, dan mempertahankan pangkalan di pegunungan terjal di seberang perbatasan di Irak.

Kekerasan terbaru terjadi enam hari sebelum pertemuan puncak regional di Baghdad.

Warga sipil yang tewas berada di Distrik Zakho Irak, sebuah daerah yang berbatasan dengan Turki, kata wali kota setempat Farhad Mahmoud.

"Mereka telah pergi ke daerah yang disarankan untuk tidak pergi," kata Farhad, sembari menambahkan bahwa mereka bukan dari daerah tersebut, tetapi telah berkunjung dari kota Mosul.

"Mereka terperangkap dalam serangan Turki dan meninggal."

Kelompok PKK mengatakan bentrokan berlangsung hari Minggu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Serangan Turki Picu Ketegangan dengan Baghdad

Asap mengepul setelah Turki mengebom perbatasan Suriah terlihat dari Akcakale di Provinsi Sanliurfa, Turki, Rabu (9/10/2019). Turki melancarkan operasi militer memburu milisi Kurdi setelah Amerika Serikat mundur dari wilayah tersebut. (AP Photo/Lefteris Pitarakis)
Asap mengepul setelah Turki mengebom perbatasan Suriah terlihat dari Akcakale di Provinsi Sanliurfa, Turki, Rabu (9/10/2019). Turki melancarkan operasi militer memburu milisi Kurdi setelah Amerika Serikat mundur dari wilayah tersebut. (AP Photo/Lefteris Pitarakis)

Turki telah memasang sekitar selusin pangkalan militer selama 25 tahun terakhir di wilayah otonomi Kurdi Irak.

Kemudian Turki juga meluncurkan serangan lintas batas baru pada bulan April terhadap PKK, yang terdiri dari serangan udara dan darat.

Untuk menyelamatkan diri, warga dari puluhan desa di daerah itu telah melarikan diri dari konflik.

Pada hari Selasa, delapan orang tewas dalam serangan udara Turki di wilayah Sinjar, Irak utara.

Serangan Turki yang berulang telah memicu ketegangan dengan Baghdad, tetapi Presiden Recep Tayyip Erdogan telah memperingatkan bahwa negaranya akan menghadapi kehadiran PKK jika Irak tidak dapat melakukannya.

Pada hari Rabu, Dewan Keamanan Nasional Irak mengutuk tindakan militer sepihak dan menolak penggunaan tanah Irak untuk menyelesaikan masalah, tetapi tidak secara khusus menyebutkan Turki.

Ankara adalah salah satu mitra dagang utama Baghdad, dan Erdogan telah diundang ke pertemuan puncak regional minggu depan di Baghdad.

Namun, belum dipastikan apakah Erdogan akan hadir, atau apakah operasi Turki di Irak akan dibahas.

Reporter: Cindy Damara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel