Serap 4 Juta Pekerja, Sektor Perumahan Tumbuh 1,98 Persen per November 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, mengatakan sektor perumahan menjadi salah satu yang strategis dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. Sebab, sektor tersebut menjadi yang penting dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

"Kontribusi terhadap PDB Indonesia yang menyumbang sekitar 2,7 persen PDB nasional serta memiliki efek berantai dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan," kata dia dalam acara Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan, Senin (28/12).

Dia mengatakan, sektor perumahan juga bisa memacu kurang lebih sebanyak 175 industri lainnya. Sektor ini juga mampu menyerap tenaga kerja mencapai 4,23 juta orang.

Di sisi lain, pengeluaran rumah tangga dari sektor perumahan juga dapat menambahkan peningkatan PDB sebesar 0,6-1,4 persen. Artinya setiap pembiayaan yang dilakukan pada sektor perumahan memiliki dampak yang sangat besar bagi perekonomian.

Wapres Ma'ruf menambahkan, di tengah tekanan pandemi yang menyebabkan perekonomian domestik di kuartal III 2020 mengalami kontraksi 3,49 persen, sektor perumahan termasuk salah satu sektor yang mampu tumbuh positif.

Berdasarkan data yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) bulan November 2020, terdapat tujuh sektor yang masih tumbuh positif secara tahunan atau year on year meski melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ketujuh sektor tersebut yakni informasi dan komunikasi, pertanian, administrasi pemerintahan, jasa pendidikan, real estate, jasa kesehatan, serta sektor pengadaan air.

"Untuk Sektor real estate berada di urutan ke tujuh, sebesar 1,98 persen. Tentunya hal ini menjadi berita yang cukup menggembirakan bagi sektor perumahan," jelasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Dampak Pandemi Covid-19, Realisasi Program Satu Juta Rumah Masih di Bawah Target

Sebuah maket perumahan di tampilkan di pameran properti di Jakarta, Kamis (8/9). Sepanjang semester I-2016, pertumbuhan KPR mencapai 8,0%, sehingga diperkirakan pertumbuhan KPR hingga semester I-2017 menjadi 11,7%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sebuah maket perumahan di tampilkan di pameran properti di Jakarta, Kamis (8/9). Sepanjang semester I-2016, pertumbuhan KPR mencapai 8,0%, sehingga diperkirakan pertumbuhan KPR hingga semester I-2017 menjadi 11,7%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memastikan bahwa realisasi program Satu Juta Rumah untuk tahun anggaran 2020 tidak akan mencapai target yang ditetapkan. Pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama target Satu Juta Rumah tak tercapai.

"Capaian Program Satu Juta Rumah 2020 per tanggal 14 Desember sebesar 856.758 unit, angka tersebut kurang lebih 77 persen disalurkan untuk MBR," kata dia dalam acara Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan, Senin (28/12/2020).

Ma'ruf menjelaskan, tak hanya program Satu Juta Rumah saja yang terdampak tetapi seluruh sektor properti termasuk juga dengan konstruksi. Pertumbuhan sektor Real Estate pada kuartal III tahun 2020 jauh di bawah pertumbuhan 2019 yang mencapai 5,49 persen.

Sementara pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah dan Apartemen (KPR dan KPA) juga turun tajam dari 7,99 persen di 2019 menjadi hanya 2,05 persen pada kuartal III 2020.

"Pada 2021, pemerintah berharap ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5 persen. Salah satu sektor strategis yang diharapkan mampu mendukung target tersebut adalah sektor perumahan, yang mendapatkan perhatian dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional," paparnya.

Untuk diketahui, Program Satu Juta Rumah, sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 atau lima tahun yang lalu. Per 14 Desember 2020 telah terealisasi sebanyak 5,6 juta unit.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: