Serba-serbi drama geisha "The Makanai: Cooking for the Maiko House"

Sutradara Jepang Hirokazu Kore-eda untuk pertama kalinya mengerjakan produksi untuk Netflix lewat serial "The Makanai: Cooking for the Maiko House". Berlatar belakang distrik geisha di Kyoto, serial ini akan tayang pada 12 Januari 2023.

Dikutip dari laman resmi Netflix, simak serba-serbi drama yang lahir dari sutradara pemenang Palme d'Or di Festival Film Cannes melalui filmnya "Shoplifters" pada tahun 2018.

Adaptasi dari komik
Serial "The Makanai: Cooking for the Maiko House" diadaptasi dari manga atau komik Jepang karya Aiko Koyama. Komik berjudul "Maiko in Kyoto: From the Maiko House" pertama kali diterbitkan sebagai cerita bersambung di majalah Weekly Shonen Sunday tahun 2016.

Komik ini memenangi Shogakukan Manga Award ke-65 dan menjadi komik laris yang terjual lebih dari 1,8 juta kopi.

Komik ini juga telah diterbitkan di Indonesia dengan judul "Juru Masak Para Maiko".

Baca juga: IU hingga Song Kang Ho akan bintangi film baru Hirokazu Kore-eda

The Makanai: Cooking for the Maiko House (ANTARA/HO-Netflix Indonesia)
The Makanai: Cooking for the Maiko House (ANTARA/HO-Netflix Indonesia)

Tentang dunia geisha dan hidangan lezat
Serial ini menceritakan protagonis Kiyo menjadi Makanai (orang yang memasak makanan) di rumah tempat para Maiko (geisha magang) tinggal bersama. Cerita ini menggambarkan kehidupan sehari-hari Kiyo dan maiko Sumire, teman masa kecilnya yang pindah dari Aomori ke Kyoto bersamanya, di tengah-tengah dunia geisha, penghibur maiko, dan hidangan lezat yang semarak.

The Makanai: Cooking for the Maiko House (ANTARA/HO-Netflix Indonesia)
The Makanai: Cooking for the Maiko House (ANTARA/HO-Netflix Indonesia)

Kolaborasi dengan sineas muda
Dalam serial ini, Kore-eda tak bekerja sendirian. Ia membimbing sutradara muda Megumi Tsuno, Hiroshi Okuyama, dan Takuma Sato.

Sebelum bekerjasama dengan sutradara kawakan ini, Megumi Tsuno pernah membuat film "Ten Years Japan" (2018) dan drama "Kasumi Arimura's Filming Break" yang mengisahkan delapan liburan fiktif dari aktris Kasumi Arimura.

Sementara itu, sutradara Hiroshi Okuyama yang lahir pada 1996 baru membuat film "Jesus Boku wa Iesusama ga Kirai" pada 2019. Dalam wawancara dengan AFP, Kore-eda mengatakan kolaborasinya bersama tiga sutradara muda memberikan banyak pelajaran untuknya.

"Rasanya saya ingin mencuri sesuatu dari tiga orang ini," canda Kore-eda, memuji kualitas seni dari tuga juniornya, juga "ilmu tentang peralatan yang jauh lebih dalam darinya".

Serial berjumlah 9 episode ini mengisahkan Kiyo yang berusia 16 tahun, meninggalkan rumahnya di Aomori setelah lulus SMP dan pergi ke Kyoto bersama temannya, Sumire, berbekal mimpi menjadi maiko (geisha magang) yang cantik.

Namun, ia diberi tahu bahwa ia tidak cocok untuk menjadi geisha. Saat Kiyo yang patah hati akan kembali ke Aomori, keterampilan memasaknya terungkap dan ia dipekerjakan sebagai makanai, juru masak yang di rumah tempat para maiko tinggal bersama.

Selama periode ini, Sumire dengan cepat tumbuh menjadi maiko yang cantik dan meraih ketenaran di jalanan kota tradisional Gion. Hari-hari sang makanai dan maiko yang indah, seru, dan lezat dimulai di sini.

Baca juga: IU bagikan pengalaman selama syuting film "Broker"

Baca juga: "Beban" Hirokazu Kore-eda sutradarai kumpulan aktor papan atas Korea

Baca juga: Sutradara "Shoplifters" akan buat film adaptasi komik "Maiko House"