Serba-Serbi Marco Motta, Eks Juventus yang Pindah ke Persija

Liputan6.com, Jakarta- Persija Jakarta terus membuat gebrakan di bursa transfer jelang Liga 1 2020. Macan Kemayoran mendapatkan sejumlah pemain berkualitas. Mulai dari Otavio Dutra, Evan Dimas hingga yang terakhir Marco Motta.

Nama terakhir menjadi sorotan publik. Pasalnya Motta dikenal sebagai mantan pemain Juventus. Motta pernah dikontrak Juventus dari 2010 sampai 2015.

Pria yang kini berusia 33 tahun itu akan dikontrak Persija Jakarta selama dua musim dengan opsi perpanjangan. Kepastian tersebut disampaikan bos Persija Ferry Paulus pada Senin (13/1/2020).

"Marco Motta sudah menandatangani kontrak bersama kami beberapa hari lalu. Namun, dia memang belum bisa hadir saat ini," ujar Ferry Paulus saat ditemui di Mes Persija, Senin (13/1/2020).

Di Persija, Motta kemungkinan tidak akan bermain di posisi aslinya bek kanan. Di bek kanan, Persija sudah punya Ismed Sofyan. Motta bisa jadi digeser sebagai bek tengah. Terlebih dia memiliki postur tinggi besar, 186 cm.

Banyak serba-serbi menarik dari sosok pemain baru Persija Marco Motta. Apa saja? Simak di halaman berikutnya:

 

 

 

Dibesarkan Atalanta

Motta merupakan alumni akademi Atalanta. Dia memperkuat tim Atalanta selama empat musim. Motta satu angkatan dengan Riccardo Montolivo dan Giampaolo Pazzini.

Atalanta memberikan kesempatan kepada Motta debut di Serie A pada 9 Januari 2005. Karena Atalanta terdegradasi, Motta dijual ke Udinese di musim panas 2005.

Bersama Udinese, Motta main selama empat musim. Karena tampil menjanjikan, AS Roma kemudian membeli Motta di tahun 2009 dengan status kepemilikan bersama.

Di Roma, karier Motta makin melejit sehingga Juventus tertarik memboyongnya setahun kemudian. Juventus merekrutnya dari Udinese. Roma kehilangan hak Motta karena kalah dalam lelang buta dengan Udinese.

Juventus awalnya meminjam Motta selama semusim dengan opsi kepemilikan permanen. Karena tampil bagus, Motta dipermanenkan.

Dihancurkan Conte

Sial bagi Motta, begitu dipermanenkan kariernya hancur berantakan. Masuknya Antonio Conte sebagai pelatih baru Juventus membuat Motta tak terpakai. Motta kalah bersaing dengan Stephan Lichtsteiner.

Sejak saat itu karier Motta terombang-ambing. Juventus meminjamkannya ketiga klub berbeda, Catania, Bologna dan Genoa. Motta kemudian dijual permanen ke Watford.

Di Inggris, Motta juga tak sukses. Selain Watford, Motta sempat main di Charlton Athletic. Motta lantas pindah ke Spanyol bersama Almeria di tahun 2017.

Motta kemudian menjajal peruntungan ke Siprus bersama Omonia di musim panas 2018. Lagi-lagi Motta tak sukses. Dia cuma main delapan kali dan memilih pergi pada Juni 2019. Setelah sempat menganggur enam bulan, Motta kini direkrut Persija.

Wonderkid Gagal

Marco Motta (Juventus - kanan) berebut bola dengan Esteban Vizcara (ISL All Stars) saat berlaga di Stadion GBK Jakarta, (6/8/2014). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Motta sempat digadang-gadang sebagai salah satu wonderkid Italia. Dia rutin menjadi anggota timnas Italia U-21. Bahkan seusai Euro U-21 2007, Motta sempat didaulat sebagai kapten tim.

Motta turut membela Italia di Olimpiade 2008. Di timnas junior, Motta sempat main bareng kapten Juventus Giorgio Chiellini.

Sayangnya di level senior, Motta tak sukses. Motta cuma sempat sekali dipanggil membela timnas Italia senior saat melawan Pantai Gading pada 10 Agustus 2010.

 

Saksikan Video Menarik Berikut Ini