Serba Serbi Perhelatan PON XX Papua 2021 yang Perlu Kalian Tahu

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Setelah sempat tertunda, Pekan Olahraga Nasional alias PON XX Papua 2021 akhirnya resmi dibuka pada hari Sabtu, 2 Oktober 2021 lalu. Ajang olahraga nasional terbesar di Indonesia ini pun akan dihelat hingga 15 Oktober mendatang.

Acara sendiri dibuka oleh Presiden Jokowi dan berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Jayapura. Kemeriahan pembukaan PON XX Papua 2021 sukses membuat banyak pihak terkagum-kagum. Tak sedikit masyarakat yang lantas mendukung para atlet yang hendak bertanding dalam perhelatan tersebut.

Berikut sederet serba serbi perhelatan PON XX Papua 2021 yang saat ini tengah menjadi sorotan masyarakat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Waktu Perhelatan dan Jumlah Cabang Olahraga

Menteri BUMN Erick Thohir berfoto bersama tim sepak bola Papua dan Nusa Tenggara Timur pada PON XX Papua pada Minggu (3/10/2021). (Dok Istimewa)
Menteri BUMN Erick Thohir berfoto bersama tim sepak bola Papua dan Nusa Tenggara Timur pada PON XX Papua pada Minggu (3/10/2021). (Dok Istimewa)

PON XX Papua 2021 secara resmi berlangsung 2-15 Oktober 2021. Namun, sejumlah cabang sudah dipertandingkan sejak 22 September. Pesta olahraga ini diikuti 34 kontingen dari 34 provinsi seluruh Indonesia. Jumlah atlet sebanyak 6.116 tamu dan 923 atlet tuan rumah, yakni dari Provinsi Papua. Terdapat 37 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam PON XX Papua. Ke-37 pertandingan cabang olahraga terdiri dari 56 disiplin dan 681 nomor pertandingan. Para atlet akan memperebutkan 681 medali emas, 681 medali perak, dan 877 medali perunggu.

Arti Slogan “Torang Bisa”

Ketahui makna dibalik slogan PON XX Papua torang bisa dan dua maskotnya. (Instagram/ponxx2020papua).
Ketahui makna dibalik slogan PON XX Papua torang bisa dan dua maskotnya. (Instagram/ponxx2020papua).

Torang Bisa menjadi slogan PON XX Papua 2021. Dilansir Indonesia.go.id, arti torang bisa secara harfiah adalah “kita bisa.” Kata torang adalah akronim dari “kita orang”dan kata “bisa” merupakan torehan warna merah simbol adanya kekuatan, keberanian, energi hingga pencapaian sukses.

Frasa torang bisa merupakan kata-kata khas Papua yang diucapkan sebagai pemberi semangat juang. Dari situ, frasa “torang bisa digunakan Panitia Besar PON XX Papua sebagai slogan yang mengibarkan semangat juang para atlet.

Venue PON XX Papua Istora Papua Bangkit Meraih 3 Rekor Muri

Stadion Papua Bangkit (sumber: instagram/@stadionpapuabangkit)
Stadion Papua Bangkit (sumber: instagram/@stadionpapuabangkit)

Salah satu venue yang dipergunakan dalam PON XX Papua ialah Istora Papua Bangkit yang dibangun oleh PT PP (Persero) Tbk. Istora Papua Bangkit rupanya telah memperoleh tiga rekor MURI atas keberhasilan menerapkan beberapa inovasi dalam pembangunannya.

Pembangunan Istora Papua Bangkit dimulai November 2018 menelan biaya Rp 257,5 miliar. Kawasan Istora Papua Bangkit dilengkapi dengan area plaza kawasan termasuk kawasan parkir kendaraan di dalam dan luar area istora dengan konstruksi rangka atap pipa baja berbentuk dome yang memiliki bentangan kurang lebih 85 meter.

Biaya Penyelenggaraan

Presiden Joko Widodo tersenyum saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (2/10/2021). (ANTARA FOTO via InfoPublik/Nova Wahyudi)
Presiden Joko Widodo tersenyum saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (2/10/2021). (ANTARA FOTO via InfoPublik/Nova Wahyudi)

Penyelenggaraan PON XX Papua 2021 seolah menjadi gambaran kemajuan yang telah dialami oleh Papua. Penyelenggaraan ini menunjukkan kesiapan infrastruktur di tanah Papua, dan kesiapan masyarakat Papua dalam menyelenggarakan acara besar.

Dana untuk persiapan dan penyelenggaraan PON XX Papua ini disalurkan melalui APBD dengan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI), Dana Otonomi khusus, Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Aokasi Khusus Fisik dan Belanja Kementerian dan Lembaga. Kementerian dan Lembaga yang terlibat anyara lain adalah Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Menpora, Kominfo, dan TVRI.

Berikut rincian biayanya dari tahun 2018 hingga 2021:

Tahun 2018

- DTI: Rp 881,5 miliar

- K/L : Rp 211,2 miliar

Tahun 2019

- DTI: Rp 716,5 miliar

- DOtsus: Rp 1,10 triliun

- DBH: Rp 1,708 triliun

- DAK Fisik :Rp 82,53 miliar

- K/L: Rp 758,93 miliar

Tahun 2020

- DTI: Rp 140,5 miliar

- DOtsus: Rp 1,44 triliun

- DAK Fisik: Rp 18,55 miliar

- KL: Rp 999,66 miliar

Tahun 2021

- KL: Rp 793,73 miliar

- Bantuan Pemerinth Pusat melalui Kemenpora ke Papua : Rp 1,58 triliun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel