Serba Serbi SPAC, 'Kendaraan' Perusahaan Rintisan untuk IPO

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Special purpose acquisition companies (SPAC) atau perusahaan akuisisi bertujuan khusus menjadi salah satu fenomena investasi terpanas saat ini.

Sejumlah atlet hingga orang terkaya di dunia pun turut mendukung SPAC. Bahkan perusahaan akuisisi tujuan khusus ini telah dirangkul oleh institusi besar dan investor kecil. Demikian mengutip laman AP, Sabtu (17/4/2021).

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, lebih dari 550 SPAC juga dikenal sebagai perusahaan cek kosong telah mengajukan untuk go public di Amerika Serikat pada 2021. Dana yang dikumpulkan lebih dari USD 160 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dari semua perolehan pada 2020.

Pada Selasa, 13 April 2021, tren yang sangat panas mencapai tonggak sejarah lain seiring aplikasi perusahaan rintisan, yang bergerak di jasa transportasi online di Asia Tenggara, Grab Holdings menyetujui merger. Hal itu membuat valuasi perusahaan menjadi USD 40 miliar sehingga menjadikan kesepakatan itu terbesar.

SPAC menjual saham kepada publik, biasanya seharga USD 10. Masuk pada harga rendah dan menemukan target mereka. Harga yang masuk rendah itu memungkinkan investor kecil untuk berinvestasi di beberapa perusahaan yang masih merintis bisnis yang sebelumnya hanya dapat diakses orang kaya dan pemodal ventura.

Berdasarkan laporan terbaru BofA Global Research, 40 persen perdagangan SPAC di platform BoA dari Juli-Desember 2020 didorong investor ritel dibandingkan 21 persen perdagangan saham untuk S&P 500 dan Russell 2000.

"Dulu kami akan melihat SPAC baru setiap minggu atau setiap dua minggu. Sekarang kami melihat empat pencatatan SPAC seminggu," ujar Co Portfolio Manager DuPont Capital Merger Arbitrage Strategy Fund Harris Arch.

Akan tetapi, banyak yang menyuarakan kewaspadaan atas SPAC dan memperingatkan kurangnya transparansi dapat membuat investor kecil kurang cerdas mengambil keputusan jika ledakan ini berakhir dengan air mata.

Lalu apa sebenarnya SPAC itu dan seberapa risiko mereka saat investasi? Berikut rangkumannya dilansir dari Al Jazeera:

-Apa itu SPAC?

SPAC adalah perusahaan cangkang yang memungkinan perusahaan melewati penawaran umum perdana secara konvensional (IPO) untuk tercatat di bursa saham.

Bagaimana operasional SPAC?

(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)
(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)

-Bagaimana operasional SPAC?

Seorang investor atau kelompok investor juga dikenal sebagai “sponsor”, mendirikan perusahaan tanpa operasi bisnis atau karyawan (itulah mengapa disebut perusahaan cangkang) dan mencatatkan perusahaan itu di bursa.

Pencatatan itu menghasilkan banyak dana. SPAC kemudian mengambil dana itu atau cek kosong dan mencari perusahaan rintisan yang menarik untuk dibeli. Biasanya, jika mereka tidak menemukannya dalam dua tahun, SPAC akan dilikuidasi.

-Startup seperti apa yang mereka cari?

Biasanya tahap akhir dengan ide cemerlang dan masa depan yang menjanjikan yang ingin meningkatkan modal dengan go public tapi tidak ingin semua kerumitan, birokrasi, ketidakpastian dan biaya mahal terkait IPO.

-Jadi apa yang terjadi ketika SPAC membeli sebuah startup?

Setelah SPAC akuisisi dan merger dengan startup, entitas gabungan adalah perusahaan public yang terdaftar di bursa. Begitulah cara menawarkan alternatif dari IPO tradisional untuk membawa perusahaan ke public.

-Apakah SPAC adalah sesuatu yang baru?

SPAC telah ada selama bertahun-tahun, tetapi baru belakangan ini SPAC menjadi popular sebagai cara bagi pengusaha untuk meningkatkan modal dan mendaftarkan perusahaannya di bursa saham.

-Apa bedanya dengan IPO tradisional?

SPAC dapat menawarkan cara lebih cepat ketimbang IPO konvensional atau tradisional bagi startup untuk mencatatkan saham di bursa, melewati road show investor, banyak birokrasi regulasi, beberapa biaya investment banking.

Para perusahaan rintisan juga dapat menegoisasikan valuasinya yang dapat membuat nyaman ketika pasar bergejolak.

-Apa perbedaan lain?

Perbedaan penting lainnya bagaimana regulator AS memandang merger SPAC versus IPO tradisional.

Merger SPAC memungkinkan direktur dan pemilik perusahaan target untuk memberikan proyeksi tentang bagaimana mereka melihat pertumbuhan pendapatan perusahaan yang dikenal sebagai panduan ke depan. Hal itu tidak boleh dilakukan oleh perusahaan yang go public melalui IPO tradisional.

“Proyeksi tersebut mungkin tidak membuahkan hasil, tetapi perusahaan dapat mengatakan, ini kami yang proyeksikan untuk 2024,2025,” ujar Harris Arch.

Risiko

Steven Kaplan (tengah) saat bekerja dengan sesama pialang di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)
Steven Kaplan (tengah) saat bekerja dengan sesama pialang di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)

-Jadi apakah orang-orang khawatir tentang risiko SPAC?

Arch Dupont Capital mengatakan, fakta kalau beberapa SPAC menampilkan pendapatan relatif datar selama beberapa tahun tetapi kemudian akan meningkat taajam, dan ini dapat mengkhawatirkan.

“Ada debat skeptisisme yang sehat tentang apakah SPAC dapat mencapai proyeksi yang sering kali sangat optimis, terutama untuk perusahaan yang tidak memiliki pendapatan,” ujar dia.

-Apakah SPAC menyebar ke seluruh dunia?

Iya. Beberapa negara Asia dari Hong Kong hingga India, misalnya melihat SPAC dengan lebih serius. Akan tetapi, mereka lebih hati-hati. Berdasarkan Bloomberg, di pusat keuangan Hong Kong dan Singapura, regulator sedang mempertimbangkan kerangka kerja yang lebih ketat ketimbang di AS untuk mencantumkan SPAC.

Di Hong Kong, regulator dilaporkan mempertimbangkan menetapkan persyaratan khusus bagi sponsor SPAC, termasuk memiliki rekam jejak dalam mengelola uang.

-Apa yang dilakukan US Securities and Exchange Commission SEC?

SEC semakin tertarik dengan lonjakan SPAC. Pada Maret 2021, pengawas wall street mengeluarkan peringatan yang mengingatkan investor untuk tidak membuat keputusan investasi terkait SPAC hanya berdasarkan keterlibatan selebritas.

SEC juga memperingatkan sponsor mungkin memiliki konflik kepentingan sehingga kepentingan bisnis di SPAC mungkin berbeda dari pemegang saham. Investor harus mempertimbangkan risiko ini dengan hati-hati.

SEC juga menyoroti prosedur akuntansi SPAC tertentu, memperingatkan perusahaan jika mereka menemukan kesalahan dalam laporan keuangan yang diajukan sebelumnya, mereka harus menilai dampak dari kesalahan itu dan mengungkapkannya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini