Serbuan Maut Geng Motor Balasan Tewasnya Arifin?

INILAH.COM, Jakarta - Polda Metro Jaya masih mendalami apakah ada keterkaitan antara penyerangan geng motor yang terjadi sepanjang Jumat (13/4/2012) dini hari, berhubungan dengan perkelahian yang juga melibatkan geng motor pada 31 Maret lalu.

"Kita harus buat kemungkinan beberapa kejadian sebelumnya apakah ada kaitannya. Semua baru perkiraan, tapi itu bukan bukti," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Untung S Rajab, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (13/4/2012).

Dia mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap aksi penyerangan geng motor yang belakangan ini terjadi di ibukota hingga mengakibatkan korban jiwa.

Untung melanjutkan Polda Metro Jaya juga sudah berkoordinasi dengan POM AL terkait adanya anggota TNI AL bernama Arifin yang tewas pada 31 Maret 2012 lalu yang dikeroyok geng motor. Bahkan tewasnya Arifin disebut-sebut sebagai awalnya aksi pengeroyokan sejumlah kelompok lainnya hingga dini hari tadi.

"Kita lakukan koordinasi dengan siapa saja. Saya juga sudah telepon Kasal untuk tangani bersama. Bila terkait dengan pihak tertentu, akan kita tindak bersama," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya sepanjang Jumat dini hari, sekelompok orang dengan mengunakan ciri-ciri berpita kuning, melakukan aksi kekerasan di beberapa wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Penyerangan dimulai pada sekitar pukul 01.05 WIB di depan toko bingkai Jalan Warakas dan mengakibatkan seorang bernama Ramdani (20) warga Pademangan Barat mengalami luka bacok di bagian kepala.

Kemudian di Jalan Industri depan pintu gerbang PT Dok Bayu Bahari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara sekitar pukul 01.30 WIB. Dan mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka bernama Zaenal Arifin (32) warga Koja dan Heri Susanto (33) warga Bogor. Pelaku juga merusak sebuah mobil bernopol B 72 RM.

Sekitar pukul 01.40 WIB pelaku melempari Mapolsek Metro Tanjung Priok dengan batu. Kemudian pukul 01.45 WIB terjadi keributan di depan Pasar Warakas dan seorang bernama Nachrowi (17) warga Koja, tertusuk sajam di rusuk kanan dan kirinya.

Serangan berlanjut pukul 02.00 WIB di belakang Pos Volker, korban bernama Budi warga Kampung Bandan mengalami luka sobek di bagian kepala dan tangan akibat senjata tajam.

Kemudian pukul 02.00 di Jl Warakas dekat RS Sukmul terdapat tiga orang mengalami luka-luka. Setelah menyerang wilayah Jakarta Utara, geng motor melakukan penyerangan di wilayah Jakarta Pusat, pukul 02.30 WIB di depan 7 Eleven Jalan Salemba Raya juga diserang dan mengakibatkan dua orang luka bernama Ade Kirmawan dan Roby serta tiga sepeda motor dirusak.

Terakhir di Jalan Pramuka pukul 03.00 terdapat korban bernama Anggi Darmawan mengalami geger otak akibat dipukuli pelaku dan Jumat (13/4) siang tadi dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit.[bay]
 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.