Serda Dodi, Anak Tukang Bakso Keliling yang Kini Jadi Prajurit TNI AD

·Bacaan 2 menit

VIVA – Masyarakat luas pastinya beranggapan untuk menjadi seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) membutuhkan biaya yang sangat besar. Ternyata anggapan itu salah.

Hal itu telah dibuktikan oleh Serda Dodi Wardiono, seorang prajurit TNI Angkatan Darat yang keluarganya hanya berrofesi sebagai pedagang bakso keliling, kini berhasil menjadi seorang prajurit TNI Angkatan Darat dan berdinas di Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), Jakarta Pusat.

Serda Dodi mengaku dirinya sempat pesimis untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang prajurit TNI. Sebab, informasi yang diperoleh keluarganya dari masyarakat sekitar untuk menjadi seorang prajurit TNI dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan sangat mustahil anak pedagang bakso keliling seperti dirinya dapat masuk tentara dengan biaya yang bahkan mencapai ratusan juta rupiah.

Serda Dodi pun berhasil membuktikan kepada seluruh masyarakat di kampungnya bahwa untuk menjadi seorang tentara tidaklah seperti yang orang lain bayangkan. Dengan kegigihannya, Dodi mengaku sejak lulus SMA, dirinya sampai tujuh kali mendaftarkan diri untuk ikut pendidikan menjadi seorang tentara. Namun, dengan kegigihannya dalam belajar dan terus melatih fisik, pada tahun 2016, dia berhasil lulus pendidikan Bintara dan menjadi seorang prajurit TNI Angkatan Darat.

"Awalnya saya sempat pesimis juga, karena kata orang-orang di sini kan untuk menjadi tentara itu kan butuh biaya besar. Tapi syukur Alhamdulillah akhirnya saya berhasil lulus pendidikan setelah tujuh kali daftar sejak lulus SMA," kata Serda Dodi Wardiono dilansir VIVA Militer dari akun Youtube TNI Angkatan Darat, Selasa, 24 Agustus 2021.

Hal serupa juga disampaikan oleh orangtua Dodi, Jaminto. Pria asal Wonogiri yang hampir separuh hidupnya berjualan bakso untuk menghidupi keluarganya itu mengaku sangat bangga ketika mendengar kabar bahagia bahwa anaknya berhasil lulus dalam proses pendidikan Bintara TNI Angkatan Darat beberapa waktu lalu.

Jaminto mengaku sangat bangga, karena Dodi telah berhasil meraih cita-cita kecilnya untuk menjadi seorang tentara. Menurutnya, anak tercintanya itu sejak usia 7 tahun sudah berkeinginan untuk menjadi seorang prajurit TNI.

"Aku dengar-dengar itu kan untuk masuk tentara itu biayanya besar. Kalau gitu aku gak mampu bayar. Ternyata itu bohong, ternyata gak pakai biaya juga," kata Jaminto menceritakan.

Lebih jauh Jaminto mengisahkan, keberhasilan Dodi menjadi seorang prajurit TNI Angkatan Darat karena semangat besar yang dimiliki oleh sang putra tercinta dalam melatih diri untuk senantiasa menjaga kebugaran fisik.

Menurut Jaminto, salah satu persiapan yang dilakukan Dodi dalam mengikuti pendidikan TNI Angkatan Darat adalah berolahraga secara rutin setiap hari. Dia meyakini dengan kegigihan itu yang menyebabkan Dodi berhasil lulus ketika mengikuti seleksi pendidikan di Angkatan Darat beberapa waktu lalu.

"Persiapan yang dilakukan oleh anaknya itu adalah dia hanya fokus mempersiapkan kekuatan fisik, sehingga dia selalu berolahraga lari itu dua kali dalam sehari itu. Setelah lari pagi itu, dia kembali lagi bantu saya di warung, kadang mencuci sawi, kadang menyiapkan bakso, dan lain sebagainya," ujarnya.

"Saya sangat bersyukur dan bangga, Dodi berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi seorang tentara, karena itu memang cita-citanya sejak masih SD dulu," tambahnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel