Serda Manganang Jadi Atlet dengan Identitas Wanita, KSAD: Tidak Ada Kesengajaan

·Bacaan 1 menit
Serda Aprilia Manganang (kanan) didampingi KSAD Jendral TNI Andika Perkasa menjalani sidang perubahan status jenis kelamin dan pergantian nama di Pengadilan Negeri Tondano secara virtual di Mabes TNI AD, Jakarta, Jumat (19/3/2021). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyampaikan bahwa tidak ada kesengajaan yang dilakukan oleh Serda Aprilia Manganang terkait kontroversi identitas jenis kelaminnya dalam setiap laga pertandingan, termasuk di Timnas Voli Putri.

"Satu hal yang bisa saya ucapkan bagi yang menanyakan, bahkan dari dunia internasional, bahwa tidak ada kesengajaan, itu saja," tutur Andika di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Jumat (19/3/2021).

Menurut Andika, Serda Manganang lahir dengan kondisi orang tua yang tidak cukup pendidikan dan sulit dari segi ekonomi. Sebab itu, saat lahir pun keduanya meyakini bahwa anaknya normal perempuan tanpa ada kelainan organ reproduksi.

"Orangtuanya termasuk orang yang tidak punya. Dan juga pendidikannya kurang. Ayah lulus sekolah dasar saja. Ibu tidak lulus sekolah dasar. Plus ekonomi, Ibu Suryati ini profesinya sebagai asisten rumah tangga. Ayah sebagai buruh di kebun," jelas dia.

Sementara saat menjadi atlet voli, lanjut Andika, Serda Manganang sendiri pun tidak tahu dirinya adalah pria. Meski selalu terpikirkan, dia tetap dipengaruhi dengan keyakinan orangtuanya.

"Dianya juga nggak tau. Karena apa, coba saya ingin tahu, kita inget nggak umur 28 tahun lalu atau lebih muda, mayoritas kita apa yang diucapkan ibu atau ayah kita itu benar. Sehingga sampai sekarang pun apa yang diucapkan ibu, yang selalu memperlakukan dia, manggilnya juga Lia, apa yang bisa dilakukan," kata Andika.

Tak Ada Niat Manipulasi

Lebih lanjut, tidak ada sedikit pun niatan memanipulasi jenis kelamin agar dapat memenangkan setiap laga pertandingan kelas putri.

"Jadi Aprilia waktu itu berada di tim kan juga dilakukan pemeriksaan oleh tim, misalnya Sea Games, kan ada juga tim dari tuan rumah yang bertindak untuk melakukan pemeriksaan. Nah itu pun diputuskan masih bisa bergabung. Tapi yang paling penting adalah tidak ada kesengajaan. Dianya juga nggak tau," Andika menandaskan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: