Serena desak adanya penyelidikan terkait keberadaan Peng Shuai

·Bacaan 2 menit

Mantan petenis nomor satu dunia Serena Williams melalui akun resmi Twitter, Jumat, mengatakan turut prihatin dan mendesak agar segera ada penyelidikan terkait hilangnya petenis asal China Peng Shuai.

"Saya hancur dan terkejut mendengar berita tentang rekan saya, Peng Shuai," ujar Serena dalam akun resmi Twitter sembari mengunggah foto Peng Shuai lengkap dengan tagar #whereispengshuai.

"Saya berharap dia aman dan ditemukan sesegera mungkin. Ini harus diselidiki dan kita tidak boleh tinggal diam. Mengirim cinta untuknya dan keluarganya selama masa yang sangat sulit ini," kata Serena menambahkan.


Peng tidak terlihat di depan umum sejak mengatakan melalui media sosial bahwa mantan wakil perdana menteri China Zhang Gaoli memaksanya melakukan hubungan seksual dan harus mengakui sebagai hubungan suka sama suka.

Baca juga: China bungkam terkait hilangnya bintang tenis Peng Shuai

Bukan hanya Serena, rekan petenis lainnya seperti Naomi Osaka yang juga prihatin setelah mendengar kabar Peng Shuai.

Komunitas tenis global khawatir terkait keselamatan dan keberadaan Peng. Asosiasi Tenis Putri (WTA) juga telah menyerukan penyelidikan dan mengancam bakal menarik semua turnamen yang bergulir di China.

"Kami pasti bersedia menarik bisnis kami dan menangani semua komplikasi yang menyertainya," kata CEO WTA Steve Simon kepada CNN dalam sebuah wawancara yang dikutip Reuters.

"Karena ini jelas, ini lebih besar dari bisnis. Perempuan perlu dihormati dan tidak disensor."

Simon pada Rabu juga meragukan keaslian email yang konon dari Peng dan bocor ke media pemerintah China, di mana pemain berusia 35 tahun itu dikatakan menyangkal tuduhan penyerangan seksual.

Baca juga: WTA sebut email "baik-baik saja" Peng Shuai justru mengkhawatirkan
Baca juga: Osaka khawatirkan petenis China hilang setelah adukan pelecehan seks

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel