Sergio Perez Bantah Ada Team Order di GP Turki

Xaveria Yunita
·Bacaan 2 menit

Lance Stroll merebut pole position, sedangkan Perez mengawali lomba dari urutan ketiga. Pilot asal Kanada itu sempat unggul hingga 10 detik di tahap pertama, diuntungkan oleh hujan dan grip rendah.

Spekulasi muncul ketika putra pemilik tim, Lawrence Stroll, diminta masuk pit untuk mengganti ban. Alhasil, Perez menjadi yang terdepan sebelum akhirnya menyerah dari Lewis Hamilton, sang juara dunia F1 tujuh kali. Ia berakhir di peringkat kedua. Sementara koleganya tercecer ke belakang dan menutup lomba di posisi sembilan.

Pembalap berjuluk Checo bertekad meraup poin sebanyak mungkin demi membuka jalan Racing Point ke peringkat ketiga klasemen konstruktor.

“Tidak ada (team order), kami sedang berebut posisi ketiga konstruktor. Itu yang paling penting bagi kami. Jadi itu semua tentang menempatkan kedua mobil setinggi mungkin. Saya kira mobil yang memimpin saat itu adalah Lance dan menurut kami, yang terbaik berhenti,” ujarnya.

Baca Juga:

Makiannya Beredar, Leclerc Akui Lakukan Kesalahan Mercedes Tak Buru-buru Perpanjang Kontrak Hamilton

“Itu tak berlaku untuknya, tapi pada akhirnya, kami mampu meraih banyak poin. Kami unggul di kompetisi dan masih ada tiga perlombaan yang sangat penting dalam kejuaraan ini.”

Driver Meksiko itu menjelaskan bahwa pergantian ban mesti dilakukan Stroll karena ban mobilnya cepat berbulir. Di sisi lain, hal itu menguntungkan Perez karena tidak perlu mengganti ban supaya dapat mempertahankan posisinya di grup terdepan.

“Itu semua tentang bertahan dengan ban intermediate, kami sedikit terhambat. Kami mengharapkan hujan lebih deras di akhir balapan, dan untuk sementara, kami menderita sedikit dengan ban intermediate,” ucapnya.

“Kami melalui fase graining, dan saya dapat mengontrolnya setelah itu. Pada saat dia pit, saya juga punya ide untuk mencoba set lain karena pasangan ban sudah sangat usang. Kemudian, tim menginformasikan bahwa dia mengalami kekasaran dan tidak kunjung cepat sehingga kami memutuskan untuk keluar.

“Jika dipikir-pikir, mungkin, seberapa besar kami sangat menderita di lap akhir, kami seharusnya bisa pit untuk pasangan ban lain.”