Serial The Queen's Gambit Melenceng dari Sejarah, Netflix Kena Tuntut Miliaran Rupiah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Serial The Queen's Gambit yang sempat populer lantaran mengangkat karakter pecatur wanita fiksi era 1960-an bernama Beth Harmon yang akhirnya diakui dunia, baru saja menimbulkan polemik baru.

Perusahaan platform digital Netflix yang menayangkan serial yang dibintangi Anya Taylor-Joy ini, tengah dituntut oleh pecatur wanita lawas Nona Gaprindashvili yang memang eksis di dunia nyata pada era tersebut.

Nona Gaprindashvili mengaku tersinggung dengan salah satu dialog di episode terakhir The Queen's Gambit. Di situ, terdapat kalimat yang konteksnya melenceng dari sejarah karier Gaprindashvili.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Menghiraukan Sejarah

The Queen's Gambit (Foto: Netflix)
The Queen's Gambit (Foto: Netflix)

Pecatur kelahiran Georgia yang yang kini berusia 80 tahun tersebut pernah dinobatkan sebagai wanita pertama peraih gelar Grandmaster oleh Federasi Catur Internasional (FIDE) pada 1978.

Namun, dalam dialog episode final The Queen's Gambit, produser serial ini seolah menghiraukan sejarah yang pernah ditorehkan Gaprindashvili itu.

Disebut Tak Pernah Melawan Pecatur Pria

The Queen's Gambit. (PHIL BRAY/NETFLIX © 2020)
The Queen's Gambit. (PHIL BRAY/NETFLIX © 2020)

Dalam dialog di salah satu adegan, ada sebuah pernyataan yang menyebut bahwa Gaprindashvili tidak pernah bertanding melawan pecatur pria.

Alhasil, serial ini dianggap terkesan membuang fakta tersebut demi bisa membuat tokoh utamanya yang merupakan karakter fiksi, Elizabeth Harmon (Anya Taylor-Joy), menjadi pecatur wanita pertama yang memiliki pengalaman tersebut.

Tuntutan Sang Pecatur Wanita

Akibat dialog yang melenceng tersebut, Nona Gaprindashvili menggugat Netflix dengan angka yang cukup besar, yakni US$5 juta atau setara Rp 71,2 miliar. Ia menuntut Netflix atas pelanggaran ringan terkait privasi serta nama baik seseorang.

Hal lain yang dipermasalahkan Gaprindashvili adalah penyebutan soal dirinya sebagai orang Rusia. Padahal, dahulu ia beberapa kali menang saat mewakili Uni Soviet dan Georgia di turnamen catur dunia kala itu. Atas hal itu, ia merasa asal-usulnya diremehkan.

"Netflix mencoba menciptakan karakter fiksi yang merintis jalan untuk wanita lain. Padahal, kenyataannya saya sudah merintis jalan dan menginspirasi generasi," ujar Gaprindashvili dalam wawancara dengan New York Times.

Reaksi Netflix

Netflix sudah merespons tuntutan ini. Namun mereka tetap menghargai tuntutan sang pecatur.

"Netflix sangat menghormati Nona Gaprindashvili dan kariernya yang sangat terkenal," ujar perwakilan Netflix, melansir Los Angeles Times.

Namun, Netflix tetap berupaya untuk bisa menang dari kasus ini dan menganggap tuntutan Gaprindashvili tak memiliki dasar yang kuat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel