Seribuan Sapi di Palembang Terjangkit PMK, Peternak Terpaksa Cari Obat Secara Mandiri

Merdeka.com - Merdeka.com - Seribuan ekor sapi di Palembang diketahui mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK). Ironisnya, hingga saat ini pemerintah belum mengupayakan penanganan, terlebih bantuan obat-obatan.

Ketua Koperasi Usaha Lestari Ternak Palembang Yani mengungkapkan, meski sapi yang terpapar semakin meluas, belum ada bantuan dari pemerintah terkait obat-obatan. Alhasil, peternak mau tak mau harus mencari solusi lain dengan memberikan obat-obatan dan ramuan herbal.

"Sampai sekarang belum ada bantuan obat sama sekali, kami pakai paracetamol dan amoxilin saja, tapi sembuhnya lama, keburu menular ke sapi yang lain," ungkap Yani, Kamis (9/6).

Sapi yang bergejala PMK setiap hari terus bertambah. Hal ini membuat peternak memotongnya lebih cepat.

"Mau bantuan tidak ada, cari obat susah, malah tidak ada obatnya. Terpaksa dipotong, dari pada semakin rugi," ujarnya.

Imbauan DKPP Sumsel

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel Ruzuan Effendi mengakui belum ada bantuan obat-obatan dan vaksinasi dari pusat. Dengan kondisi itu, pihaknya mengimbau peternak mencari obat-obatan secara mandiri.

"Memang belum ada bantuan obat, sudah kami sampaikan ke seluruh daerah. Yang ada hanya vitamin dan disinfektan," kata dia.

Dalam waktu dekat, sebanyak 27 ribu dosis vaksin akan dikirim dari Jakarta ke Palembang. Vaksinasi ditarget bisa rampung dilakukan sebelum Iduladha.

"Mudah-mudahan sesuai jadwal dan kuotanya bisa bertambah dari usulan," ujarnya.

Bantah Seribuan Sapi Idap PMK

Namun, Ruzuan membantah penularan PMK di Palembang meluas hingga disebut mencapai seribuan ekor sapi. Menurut dia, diagnosa PMK hanya dibuktikan melalui uji laboratorium.

"Tidak bisa diklaim oleh peternak atau dokter hewan saja, karena tidak semua sapi sakit itu positif terjangkit PMK. Sama halnya dengan Covid-19, harus ada pengecekan laboratorium," ujarnya.

Berdasarkan data di DKPP Sumsel, sapi yang terpapar PMK di provinsi itu hanya 28 ekor dan 75 ekor sapi suspek PMK. Dari sapi yang suspek PMK, 7 ekor di antaranya mati dan 45 ekor lainnya sembuh.

"Yang suspek masih menunggu hasil. Sapi yang suspek atau bergejala saja ketika diuji belum tentu positif PMK, kadang ada yang negatif juga," kata dia.

"Sedangkan di Palembang, hanya tiga ekor sapi yang terpapar dan semuanya sudah dipotong," sambungnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel