Serikat Buruh Minta Giant Selesaikan Pembayaran ke Seluruh Mitra UMKM

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Serikat Buruh meminta PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) yang membawahi Giant untuk segera membayar kewajiban kepada seluruh mitra UMKM yang memasok barang. Tujuannya untuk memastikan hak-hak pekerja industri UMKM bisa terpenuhi.

"Karena kalau tidak dibayar oleh Giant bisa dipastikan hak-hak buruh di industri UMKM sebagai suply chaing Giant pun akan dirugikan," jelas Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, dalam konferensi pers virtual, Kamis (3/6/2021).

Berdasarkan informasi yang diterima KSPI dari DPP ASPEK Indonesia dan Serikat Pekerja Hero Group, saat ini ada ratusan bahkan ribuan pekerja UMKM yang menjadi rantai pemasok (Supply Chain) ke gerai Giant yang ada di seluruh Indonesia.

Namun dengan tumbangnya Giant, dipastikan ribuan pekerja akan kehilangan pekerjaan akibat UMKM yang menjadi pemasok barang binasa bersamaan dengan tumbangnya sang raksasa.

Maka dari itu, dia meminta Manajemen Hero Group untuk segera menyelesaikan sisa persoalan pembayaran terhadap UMKM selaku mitranya. Sehingga, pelaku maupun pekerja UMKM bisa tetap memperoleh hak-haknya disituasi sulit akibat pandemi Covid-19.

"Karena belum (saat ini) belum ada kejelasan sisa-sisa pembayaran oleh Giant kepada rantai pemasok yaitu para UMKM," jelasnya.

Giant Tumbang

Konsumen memilih barang kebutuhan di salah satu gerai supermarket Giant di Jakarta, Kamis (4/3/2021). Poster-poster discount closing store dan rak-rak kosong menjadi pemandangan setiap konsumen yang datang. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Konsumen memilih barang kebutuhan di salah satu gerai supermarket Giant di Jakarta, Kamis (4/3/2021). Poster-poster discount closing store dan rak-rak kosong menjadi pemandangan setiap konsumen yang datang. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, PT Hero Supermarket Tbk. (HERO Group) memutuskan untuk menutup seluruh gerai Giant pada akhir Juli 2021. Penutupan gerai Giant ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

Dengan penutupan seluruh gerai Giant ini, bagaimana nasib para karyawannya?

Head of Corporate & Consumer Affairs, PT Hero Supermarket Tbk, Diky Risbianto mengatakan, telah menyampaikan informasi penutupan gerai Giant ini kepada para karyawan. Dia juga memastikan setiap karyawan diperlakukan secara adil.

"Yang dapat kami pastikan adalah kami telah mengomunikasikan hal ini secara jelas kepada tiap karyawan kami dan telah melakukan yang terbaik guna memastikan masa transisi yang lancar, serta memperlakukan semua pihak dengan adil dan hormat," ungkapnya kepada Liputan6.com di Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Diky juga memberikan apresiasi kepada para karyawan yang selama ini telah bekerja dengan baik. Para karyawan di gerai Giant akan mendapatkan kompensasi di atas aturan yang berlaku.

"Sebagai ungkapan terima kasih kami atas dukungan dan kerja keras karyawan yang terdampak selama ini, kami akan memberikan kompensasi di atas jumlah yang direkomendasikan di UU Cipta Kerja untuk memudahkan masa transisi mereka," tutur Diky.

Hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan jumlah karyawan Giant yang akan terkena dampak dari penutupan seluruh gerai Giant tersebut.

"Saat ini, kami belum bisa memberi tahu jumlah pasti anggota karyawan kami yang terdampak karena bergantung kepada perubahan gerai Giant ke lini bisnis kami yang lain atau pengalihan kepemilikan ke brand ritel lain," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel