Serikat Buruh Turut Bantu Korban Banjir Bandang NTT

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) segera menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, mengatakan, KSPSI akan memberikan bantuan secara maksimal untuk korban bencana di NTT.

Bantuan yang disiapkan untuk segera disalurkan berupa kebutuhan sehari-sehari dan logistik yang diperlukan untuk membantu.

"Bantuan makanan, obat- obatan dan pakaian layak pakai serta dapur umum akan sangat dibutuhkan saat ini. KSPSI bergerak cepat untuk segera memberikan bantuan bagi korban bencana di NTT," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/4/2021).

Putra daerah NTT itu mengaku juga siap menerjukan tim Brigade Tanggap Bencana KSPSI yang sudah memiliki pengalaman dalam membantu penanganan bencana di tanah air seperti gempa Aceh, Lombok, Sumedang dan daerah lainnya.

Diharapkan kehadiran tim tanggap bencana KSPSI bisa segera berkolaborasi dengan Basarnas, BNPB, Kementerian Sosial, TNI dan Polri untuk dapat mempermudah pengiriman bantuan ke lokasi kejadian.

Andi Gani yang juga pimpinan konfederasi buruh ASEAN (ATUC) ini mengucapkan duka mendalam atas musibah banjir bandang dan longsor yang terjadi di NTT.

"Semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," ucapnya.

Mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) banjir dan longsor di NTT telah menelan korban meninggal 76 jiwa, luka berat 63 jiwa, luka ringan 27 jiwa, sebanyak 829 KK atau 256 jiwa terdampak, sebanyak 93 unit rumah rusak dan 8 unit bangunan rusak.

BNPB: 68 Orang Meninggal, 70 Hilang Akibat Bencana di NTT

Banjir Bandang melanda Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4/2021). (Foto: Dokumentasi BNPB)
Banjir Bandang melanda Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4/2021). (Foto: Dokumentasi BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, korban meninggal akibat banjir bandang dan bencana lainnya di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu dini hari 4 April 2021 mencapai 68 orang.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan 68 korban jiwa tersebar di empat kabupaten di NTT.

"Korban jiwa saat ini terdata 68 orang meninggal dunia dan angka ini masih sangat dinamis karena masih berlangsung pendataan di lapangan," ucap Raditya, Senin (5/4/2021).

Sebaran korban jiwa dari bencana banjir bandang dan bencana lainnya yaitu; Kabupaten Flores Timur 44 orang meninggal dunia, Kabupaten Lembata 11 orang meninggal dunia, Kabupaten Ende 2 orang meninggal dunia, dan Kabupaten Alor 11 orang meninggal dunia.

Akibat bencana alam ini pula, total 15 orang mengalami luka-luka, 70 orang hilang, dan 938 kepala keluarga atau 2.655 jiwa terdampak.

Raditya juga menyampaikan, kerugian materil dari bencana banjir bandang dan bencana lainnya di NTT yaitu, 25 unit rumah rusak berat, 114 unit rumah rusak sedang, 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam, 743 unit rumah terdampak, 40 titik akses jalan tertutup pohon tumbang, 5 jembatan putus, 1 unit fasum terdampak, dan 1 unit kapal tenggelam.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: