Serikat Karyawan Garuda Indonesia Minta KPK Usut Mafia Penyewaan Pesawat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Serikat Karyawan Garuda Indonesia atau SEKARGA, pada 9 November 2021 mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Harian SEKARGA, Tomy Tampatty mengatakan, maksud kedatangan pihaknya yakni untuk menyerahkan surat dukungan kepada KPK untuk mengusut semua transaksi yang patut diduga telah terjadi praktek korupsi.

Aksi tersebut menyusul pernyataan Mantan Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Peter Gontha, yang mengungkapkan ada indikasi tindak pidana korupsi dalam proses pengadaan pesawat.

Selain itu, Tomy juga mengungkapkan adanya indikasi penunjukan langsung konsultan restrukturisasi yang biayanya mencapai Rp 800 miliar.

"Kami Dewan Pimpinan Pusat Serikat Karyawan Garuda Indonesia atau SEKARGA menyatakan mendukung penuh kepada KPK agar secepatnya melakukan pengusutan atas indikasi tindak pidana tersebut. Selain itu, kami pun berharap KPK juga dapat menindaklanjuti laporan yang pernah kami laporkan ke KPK,” kata Tomy dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Selasa (9/11/2021).

Adapun surat dukungan tersebut bernomor SKGA-6/266/XI/2021, tertanggal 9 November 2021 yang ditujukan kepada Ketua KPK Perihal Dukungan Pengusutan. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Dwi Yulianta Dan Sekretaris Jenderal Anna Rosliana Rachmat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Peter Gontha Eks Komisaris Pertanyakan Sewa Pesawat Garuda Indonesia, 2 Kali Lipat Harga Normal

Desain masker baru pesawat Garuda Indonesia pada armada B737-800 NG (dok: GIA)
Desain masker baru pesawat Garuda Indonesia pada armada B737-800 NG (dok: GIA)

Sebelumnya, mantan Komisaris Garuda Indonesia, Peter Gontha meminta pertanggungjawaban dari Garuda Indonesia soal harga sewa pesawat Boeing 777 yang lebih besar dua kali lipat dari harga pasaran.

"Ini Boeing 777, harga sewa di pasar rata-rata USD 750.000 per bulan. Garuda mulai dari hari pertama bayar dua kali lipat? USD 1,4 juta per bulan. Uangnya kemana sih waktu diteken? Pingin tahu aja," tulis Peter Gontha, dikutip dari laman Instagram @petergontha.

Unggahan tersebut turut ditanggapi mantan Komisaris Garuda Indonesia lainnya, Triawan Munaf yang menampilkan sebuah emoji. Peter lantas meminta izin kepada Triawan untuk membongkar sisi internal Garuda Indonesia di depan publik.

"Pagi Pak @triawanmunaf, Garuda mau dibangkrutkan, jadi enggak apa buka-bukaan aja kan! Saya ngarang ya pak? sebut Peter.

Triawan pun mempersilahkan Peter untuk berbicara. Menurut dia, Peter lebih mengerti soal permasalahan tersebut. "Pak Peter yang dulu mengalami, Pak Peter yang paling pantas bersaksi," ujar Triawan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel