Sering Dianggap Bohongan, Kelelawar Sebesar Manusia Benar Adanya

Merdeka.com - Merdeka.com - Kelelawar mahkota emas atau the golden flying fox adalah binatang terbang yang besar. Kelelawar setinggi dua meter dan menyerupai manusia itu kerap kali dianggap sebagai bohongan ketika binatang nokturnal itu mulai terkenal beberapa tahun lalu di internet.

Nyatanya kelelawar mahkota emas itu benar adanya. Habitat kelelawar itu diketahui banyak tersebar di Filipina.

Meski berbadan besar, bersayap lebar, tinggi, hitam, dan seram, namun kelelawar itu bukanlah hewan karnivora atau hewan pemakan daging. Melainkan kelelawar itu adalah hewan pemakan tumbuhan atau hewan herbivora. Demikian dikutip dari History of Yesterday, Rabu (9/11).

Di Filipina sendiri, kelelawar itu sering terlihat berada di dekat rumah-rumah penduduk lokal. Alasannya adalah habitat kelelawar yang semakin terancam dan penduduk lokal yang sering memburu kelelawar itu.

Bahkan menurut ahli biologi, keberadaan dan kehidupan kelelawar itu kini terancam karena perubahan iklim.

kelelawar sebesar manusia
kelelawar sebesar manusia

©hatdog/Twitter

Untuk menghindari ancaman, kelelawar itu kerap berpindah tempat. Beberapa kelelawar mahkota emas yang besar dan memiliki sayap selebar 1.6 meter dapat terbang hingga sejauh 250 kilometer di tengah malam menggunakan kemampuan ekologinya.

Bahkan kemampuan ekologi kelelawar itu diyakini lebih baik dibanding kemampuan lebah.

Kelelawar emas yang sering bermigrasi baik karena perubahan iklim atau terancam habitatnya pun dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan hidup yang berubah-ubah.

Kelelawar pemakan tumbuhan itu juga harus hidup di tempat yang penuh buah. Karena itu, pohon-pohon penghasil buah-buahan harus tetap dijaga keberadaannya agar kelelawar itu tidak mengganggu penduduk lokal.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]