Sering Dibohongi, Asisten Pelatih Persib Trauma Buka Usaha

Luzman Rifqi Karami, Dede Idrus (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejumlah pemain Persib Bandung mulai melebarkan sayap dengan membuka usaha di tengah pandemi virus corona COVID-19. Mulai dari membuka bisnis kuliner, pakaian hingga kontrakan.

Para pemain tersebut ingin mencari tambahan penghasilan untuk kebutuhan hidup. Mengingat, kompetisi Liga 1 harus terhenti cukup lama akibat pandemi COVID-19.

Namun, pilihan berbeda diambil asisten pelatih Persib, Budiman Yunus. Dia mengaku tidak tertarik terjun ke dunia bisnis sekarang ini karena trauma pernah beberapa kali dibohongi oleh rekan kerjanya.

"Gak ada keinginan untuk bisnis, karena dulu waktu jadi pemain saya pernah beberapa kali mencoba usaha nitip saham. Kalau tidak terjun langsung ya sulit ujung-ujungnya dibohongi juga. Trauma lah," ujar Budiman kepada wartawan.

Eks pemain Persija Jakarta ini menceritakan, beberapa usaha yang dia bangun selalu gagal karena berbagi faktor. Saat itu, penghasilannya terus menurun dan akhirnya Budiman memilih untuk fokus bermain sepakbola.

"Enam kali lah gagal. Saya sempat punya truk dua untuk angkut pasir di Lembang. Tetapi, ya begitu banyak dikerjain sehingga dilepas lagi. Tapi Tuhan telah memberikan rezeki di sepakbola. Mungkin jalannya di situ syukuri saja," ucapnya.

Baca juga: Bek Persib Fokus Jualan Rendang Pakai Truk

"Saya modal truk dua cuma ujungnya harus ganti ini ganti ini, asalnya setoran 2-4 bulan lancar ke sininya dapat setengah kemudian mandek. Ban juga harus diganti, perasaan itu bannya baru. Kata saya wah ini sudah gak benar dan dari sana kapok sekarang fokus sepakbola," tambahnya.

Kendati begitu, keinginan untuk membuka usaha masih ada. Hanya saja, hal itu bisa dilakukan dengan syarat jika sudah tidak bergelut lagi dengan sepakbola.

"Sekarang mah lagi kumpulin uang buat kos-kosan sama lapangan mini soccer. Usahanya yang jelas-jelas saja bisa terjun langsung," kata Budiman.