Sering Dikaitkan Dengan COVID-19, Apa Itu Penyakit Komorbid?

·Bacaan 2 menit

VIVA – Istilah komorbid mungkin tidak asing lagi bagi kita semenjak pandemi covid-19 melanda. Makna sederhananya penyakit komorbid ialah penyakit bawaan yang dialami oleh pasien. Seseorang yang memiliki komorbid berisiko mengalami kondisi parah saat terpapar virus covid-19.

Sering dikaitkan dengan COVID-19, apa itu penyakit Komorbid? Simak penjelasannya berikut ini.

Dikutip dari website Britannica, penyakit komorbid merupakan suatu penyakit yang muncul secara bersamaan saat seseorang sedang sakit. Komorbid terkadang dianggap sebagai diagnosis sekunder dan telah dikenali selama atau setelah pengobatan untuk diagnosis utama.

Meskipun juga ditemukan setelah diagnosis utama, komorbiditas ini sering muncul atau berkembang selama beberapa waktu. Contoh komorbid termasuk diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan kejiwaan, atau penyalahgunaan zat tertentu.

Komorbiditas menyebabkan peningkatan risiko kesehatan seseorang saat terinfeksi penyakit tertentu sehingga menghambat proses penyembuhan. Komorbid juga bisa menjadi lebih parah atau lebih ringan. Seperti penyakit, gagal jantung kongestif sebagai komorbiditas pada pasien rehabilitasi bisa ringan dan tidak mengganggu perawatan atau tingkat aktivitas pasien.

Seseorang yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid, termasuk golongan yang rentan terpapar virus COVID-19. Pada umumnya, pada kalangan usia lanjut (lansia) memiliki penyakit bawaan atau “komorbid” tertentu yang menyebabkan sistem kekebalan tubuhnya menurun secara bertahap sehingga lebih sulit untuk melawan infeksi. Akibatnya, tubuh pasien penderita mudah terserang penyakit, termasuk COVID-19.

Penyakit komorbid ini bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan pada pasien yang terinfeksi penyakit tertentu seperti halnya penyakit COVID-19 yang akan menghambat proses penyembuhan. Seperti contoh, seseorang yang sebelumnya memiliki penyakit asma kemudian terinfeksi virus Corona, maka risiko sakitnya lebih besar dan menjadi lebih parah.

Hubungan penyakit komorbid dan COVID-19

Apabila terinfeksi COVID-19, pasien yang memiliki penyakit penyerta akan memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi daripada pasien biasa. Misalnya, pasien yang memiliki masalah jantung kemudian terkena COVID-19, maka gejala yang dialami bisa lebih parah dari pasien yang tidak memiliki komorbid.

Pasalnya, infeksi virus COVID-19 disebut dapat membuat darah menjadi lebih kental dan ini berbahaya bagi jantung bahkan bisa memicu kematian. Hal ini yang membuat biasanya pasien COVID-19 dengan komorbid lebih membutuhkan perawatan khusus agar bisa pulih dari virus corona.

Berikut komorbid yang berdampak buruk saat terinfeksi virus covid-19:

  • Diabetes Mellitus

  • Penyakit autoimun seperti lupus/SLE

  • Penyakit ginjal

  • Penyakit jantung koroner

  • Hipertensi

  • Tuberkulosis

  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

  • Penyakit kronis lain Tumor/kanker/keganasan

  • Penyakit terkait geriartri

Saat ini pemerintah sedang menggalakkan program vaksinasi secara menyeluruh. Namun beberapa orang yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid ini tidak bisa langsung bisa divaksin. Melainkan harus melakukan konsultasi dengan dokter, bisa atau tidak untuk melakukan vaksinasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel