Sering Diucapkan, Apa Sebenarnya Arti Julid?

Donny Adhiyasa
·Bacaan 3 menit

VIVAJulid, adalah sesuatu yang biasanya dilakukan oleh perempuan, dan biasanya dilakukan secara massive atau berkelompok. Dan julid sebenarnya dilakukan untuk memperoleh kepuasan, seperti yang diterangkan dalam konten video YouTube Analisa Channel oleh psikolog klinis, Analisa Widyaningrum.

Pada video yang berjudul “MengAnalisa - Anti Julid Gimana Caranya ?” Diterangkan bahwa karena setiap perempuan memiliki hormon tersendiri yang lebih tinggi, yang membuat para perempuan senang berelasi dan berinteraksi antar sesama jenisnya.

Sesuatu yang disenangi saat julid, bukan ketika kita kita melakukan julid tersebut, tetapi ketika kita mempunyai kesamaan dengan orang lain, dan kita merasa didukung oleh orang tersebut.

Sering kali kita tidak berniat julid terhadap apapun dan siapapun, tetapi terkadang alam bawah sadar kita berusaha untuk diterima pada suatu lingkungan, dan terjadilah perjulidan. Hal tersebut tak lain bertujuan agar ketika kita bergaul dengan lingkungan tersebut, dapat terjalin hubungan yang asyik dan menyenangkan.

Bisa jadi juga julid tersebut hanya ingin mengambil informasi atau sekedar hanya ingin tahu atau kepo terhadap sesuatu tersebut. Akan bahaya jika kepo tersebut berujung pada sebuah ke syirikan, tetapi jika benar-benar hanya ingin tahu, itu akan baik-baik saja.

Apakah Julid merupakan symptoms dari lahir?
Dalam hal ini, peran family background dapat mempengaruhi pola asuh, mindset, cara berfikir dan cara berinteraksi. Karena sebenarnya, berinteraksi dengan cara julid merupakan sesuatu yang salah.

Dan biasanya, orang yang julid merupakan orang yang tidak secure dengan dirinya. Karena jika ia sudah secure, ia akan fokus pada apa yang dia lakukan, bukan fokus pada apa yang orang lain lakukan.

Insecure merupakan self competition, yang ketika ia berkompetisi dengan cara Julid, sebenarnya ia tidak sedang berkompetisi dengan orang lain, tetapi berkompetisi dengan dirinya sendiri.

Bagaimana caranya agar kita bisa menghindari Julid?
1. Pilihlah lingkungan yang tepat.
2. Pintar- pintar bergaul dan memilih teman. Jangan pilih teman yang suka julid.
3. Jika sudah berada di circle pertemana yang kurang baik, mundur dan menghindarlah secara perlahan.
4. Jika mulai terjadi suatu hal tersebut, anda bisa diam atau mengomentari secara singkat agar perjulidan tidak berlarut panjang.
5. Harus bisa terima diri kita apa adanya. Jika anda tidak bisa diterima lingkungan anda karena kita tidak bisa julid, tidak perlu dipertahankan. Anda bisa pergi, karena diri anda sendiri adalah cerminan dari 5 orang terdekat anda.

Tetapi, dengan begitu bukan berarti pria tidak pernah julid. Seorang pria juga bisa julid, dan biasanya membahas lawan jenis dan julidnya pun dengan lawan jenis.

Bedanya dengan perempuan, biasanya perempuan membicarakan tentang lawan jenisnya, dan berbicara dengan sesama jenisnya. Perempuan bisa saja julid membicarakan sesama perempuan, dan membahasnya pun dengan sesama perempuan. Tetapi jika pria, biasanya membahas tentang lawan jenis dan julidnya pun dengan lawan jenis.

Dari riset yang dilakukan, hanya terdapat 30 persen pria yang melakukan julid sesama pria yang membahas seputar bisnis, kerjaan, seks, dan perempuan, yang dilakukan melalui telepon.

Apa yang perlu kita pertimbangkan, mengingat saat ini yang sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan?
1. Kecerdasan Spiritual

Terutama dan yang terpenting adalah, kita perlu meningkatkan kecerdasan spiritual dan emosional kita pribadi. Caranya adalah dengan memperbanyak ibadah, dan banyak berkumpul dengan orang yang produktif atau positif.

2. Kecerdasan emosi
Asahlah kecerdasan emosi anda dengan cara mengenali emosi yang hadir, dan berempati dengan cara meregulasi dan menahan sesuatu yang kurang positif (julid).

"Julid, atau hal serupa lainnya merupakat bagian yang berpengaruh terhadap kontrol diri atau Self Control kita, karena saat pengambilan keputusan terus kita lakukan, kita perlu mengontrol bagaimana kita memutuskan sikap yang tepat untuk diri kita,”.

“Dari pada kita memikirkan orang lain, belajarlah untuk berempati, berbahagia dengan orang yang lebih bahagia daripada kita, dan dari situ kita bisa belajar untuk menjadi lebih banyak bersyukur atas segala sesuatu yang kita temui.".
Laporan: Prima Nadia Rahayu