Sering Gelisah, Simak 5 Film Mengenai Quarter Life Crisis yang Wajib Anda Tonton

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Usia 20-30 tahun adalah umur ketika orang-orang sibuk mencari jati dirinya. Hal ini wajar karena kehidupan akan terus berubah dan seluruh manusia akan menghadapi fase ini.

Layaknya sebuah film, setiap individu membawa karakternya masing-masing, dan itu lah yang membuat film itu menjadi menarik.

Namun, terkadang banyak dari kita menganggap masa-masa pencarian diri tidaklah wajar karena merasa semakin terjebak dan sulit keluar dari kondisi yang ada.

Nah, untuk memotivasi Anda di tengah-tengah pencarian jati diri, berikut beberapa rekomendasi film yang menceritakan tentang pencarian jati diri agar Anda kembali semangat untuk terus maju dan memaknai hidup.

1. Into the Wild

Film ini menceritakan tentang kisah tragis petualang muda bernama Alex atau Chris yang melakukan petualangan ekstrem ke Alaska. Ia menyebutkan petualangannya itu sebagai petualangan super yang mungkin tidak bisa dilakukan pemuda lain selain dirinya.

Menurut dirinya, kembali pada alam adalah kebahagiaan sesungguhnya, ia merasa saat menyatu dengan alam, hidupnya penuh kedamaian dan itu merupakan kebenaran yang diyakininya.

Dalam petualangannya itu, Chris juga bertemu dengan banyak orang yang memiliki perbedaan karakter sehingga perjalanan itu menjadi perjalanan yang berharga baginya.

2. Perks of Being A Wallflower

Film yang diangkat dari novel karya Stephen Chbosky dengan nama yang sama ini mengisahkan petualangan para remaja menuju masa-masa pendewasaan diri. Film ini cocok untuk ditonton saat sedih karena menggambarkan karakter dengan rasa emosional dengan sedikit humor sinis mengenai kehidupan.

Perk of Being a Wallflower sudah dikenal banyak orang dan mendapat rating tinggi di IMDb. Setelah melihat alur ceritanya, Anda pasti akan diajak untuk berasumsi mengenai kebaikan dan keburukan seseorang.

3. Mau Jadi Apa

Mau Jadi Apa adalah film Indonesia yang menceritakan tentang seorang mahasiswa baru Universitas Padjajaran jurusan Jurnalistik.

Namun, ternyata mahasiswa tersebut justru masih bingung dengan keinginannya sendiri, sehingga untuk mengatasi masalah krisis ini, ia membuat sebuah majalah yang diberi nama Karung Goni dibantu dengan teman-temannya untuk mengalahkan majalah kampus yang sudah lebih dahulu terkenal.

4. Good Will Hunting

Kalau film yang satu ini, Anda diajak untuk lebih bijaksana menanggapi masalah apapun dalam kehidupan, terkadang kita pasti merasa lebih baik sendiri.

Film ini mengajarkan bahwa kesempurnaan sejati yang dicari oleh diri adalah dengan bersama orang lain dan saling melengkapi.

Good Will Hunting juga mengajarkan bahwasanya tidak ada kesempurnaan yang patut diraih bilamana manusia itu tidak merasa sempurna. Setiap orang memerlukan kasih sayang, namun tidak ada rasa kasih itu jika kita tidak saling mengasihi. Film ini cocok untuk memaknai hidup lebih dalam lagi.

5. Whiplash

Film terakhir adalah Whiplash. Film ini dapat mengajarkan Anda untuk tidak menyerah ketika ingin melakukan sesuatu yang disuka, segala makian dan komentar buruk seharusnya menjadi pemicu untuk lebih baik lagi, tetapi jangan terlena, sewajarnya saja.

Di Film ini, sosok Andrew yang ingin menjadi seorang penabuh drum dilatih dengan pelatih ternama bernama Fletcher mengaku mendapatkan tuntutan yang sangat banyak.

Seringkali Fletcher menganggapnya tidak mampu untuk melaksanakan tuntutan itu, namun dengan kerja keras dan pemahamannya, Andrew berusaha membuktikan bahwa ia bisa.

Itu tadi 5 film yang bisa Anda tonton agar tidak merasa sendiri saat sedang mencari jati diri. Untuk mengakhiri, berikut kutipan favorit penulis dari film Good Will Hunting,

"Dalam hidup, kalian pasti akan merasakan hari-hari yang sulit, namun bersyukurlah karena dengan hal itu kalian akan terbangun dan melihat ke hal-hal yang sebelumnya tidak pernah kau amati."

Penulis:

Cindy Aulia SilniKaffah

Universitas Esa Unggul

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel