Sering Insomnia saat Pandemi, Yuk Ikuti 10 Langkah Tidur Berkualitas

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVAPandemi bisa berdampak pada berbagai aspek dalam kehidupan, termasuk kualitas tidur. Tak sedikit yang mengeluhkan kondisi insomnia lantaran stres atau terlalu jenuh dengan rutinitas di rumah, ditambah kabar buruk terkait kasus COVID-19.

Dikatakan Praktisi Kesehatan Tidur, dr. Andreas Prasadja, RPSGT, kualitas tidur yang baik berperan penting pada kesehatan tubuh dan produktivitas sehari-hari. Teradapt tiga ciri tidur berkualitas antara lain durasi cukup (7-9 jam), berkontinuitas (tidur tidak terhenti hingga bangun esok hari) dan kedalaman atau kenyenyakan.

"Namun nyatanya banyak orang dewasa saat ini, terutama di masa pandemi yang sulit tidur karena stres, kesibukan yang tinggi, serta pola hidup tidak sehat. Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa salah satu masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan oleh penyintas COVID-19 adalah gangguan tidur," ujarnya dalam acara peluncuran Antangin Good Night, beberapa waktu lalu.

Dokter Andreas menambahkan bahwa gangguan tidur yang dialami orang dewasa umumnya ditandai dengan rasa mengantuk di siang hari, kesulitan tidur di malam hari, sering terbangun di tengah malam, serta siklus tidur dan bangun tidak teratur. Gangguan tidur yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko kelelahan mental, tidak fokus, dan munculnya penyakit lain seperti hipertensi dan penyakit jantung.

Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, seseorang perlu memerhatikan 2 hal, yaitu jam internal dan durasi terjaga. Jam internal mengontrol siklus tidur-bangun 24 jam melalui pengaruh cahaya dan melatonin. Misalnya, pada malam hari (ketika tidak ada cahaya), tubuh memproduksi melatonin untuk membuat seseorang mengantuk, begitu juga sebaliknya.

"Sementara durasi terjaga memengaruhi otak dalam mengakumulasi zat yang menimbulkan rasa kantuk, oleh sebabnya seseorang yang terjaga dalam waktu lama akan lebih mudah tertidur. Tidur terbaik adalah ketika kita dapat menyinkronkan durasi terjaga dengan jam internal," terangnya.

Untuk itu, dokter Andreas memberikan 10 langkah mudah agar dapat memperoleh tidur yang sehat dan berkualitas. Pertama, dimulai dengan memperbaiki waktu tidur dan bangun. Kedua, perhatikan durasi saat tidur siang sebaiknya tak lebih dari 45 menit.

"Hindari konsumsi alkohol berlebih sebelum jam tidur, serta jangan merokok. Hindari konsumsi kafein 12 jam sebelum tidur (termasuk kopi, teh, soda dan cokelat)," tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyarankan untuk menghindari makanan berat, pedas dan manis 4 jam sebelum tidur. Cemilan ringan sebelum tidur masih diperbolehkan.

"Passion Flower, esktrak Valerian dan jahe dalam Antangin Good Night juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan meredakan masuk angin," tambah Chief Business Development and R&D PT Deltomed Laboratories, apt. Drs. Victor S. Ringoringo, S.E., M.Sc, di kesempatan yang sama.

Sertai dengan olahraga teratur. Gunakan juga alas tidur yang nyaman dan bersih. Selain itu, atur temperatur yang nyaman untuk tidur dan jaga agar kamar memiliki sirkulasi udara yang baik. Jauhkan kebisingan yang mengganggu dan matikan cahaya.

"Terakhir, gunakan tempat tidur untuk tidur saja, jangan jadikan sebagai ruang kerja atau ruang rekreasi," tutur dr. Andreas.