Sering Memendam Perasaan Bisa Picu Depresi, Ini 6 Hal yang Dapat Dilakukan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebagian orang lebih memilih memendam perasaannya sendiri ketimbang mengungkapkan isi hati. Menurut dr. Atika dari Klikdokter, jika sering dilakukan hal ini dapat memicu depresi.

“Sering memendam perasaan bisa berakibat buruk bagi diri Anda. Jika terjadi berlarut-larut, bukan tidak mungkin terjadi depresi,” katanya mengutip Klikdokter, Selasa (21/9/2021).

Ia menambahkan, depresi ditandai dengan kondisi murung, kinerja menurun, sulit berkonsentrasi, sulit tidur dan makan. Bahkan dapat pula muncul keinginan untuk menyakiti diri hingga bunuh diri.

Guna menghindari hal-hal tersebut, Atika menyarankan 6 cara yang dapat dilakukan, yakni:

-Sempatkan diri untuk melakukan hobi.

-Jadwalkan hari libur rutin dan manfaatkan waktu cuti untuk melakukan hal yang menyenangkan.

-Mencari akar masalah yang dihadapi. Kemudian, segera cari jalan keluarnya.

-Prioritaskan waktu bersama keluarga atau orang tersayang.

Bicara dari Hati ke Hati

Cara selanjutnya adalah mencoba bicara dari hati ke hati dengan orang yang menjadi sumber masalah misal ketika bertengkar dengan pasangan, maka coba berbicara baik-baik dengannya.

“Utarakan perasaan yang Anda alami, hindari memendam perasaan terlalu lama. Komunikasi sangat diperlukan untuk mengatasi masalah yang terjadi diantara Anda dan pasangan. Tidak perlu takut untuk dinilai berlebihan bila memang mengkomunikasikan masalah itu penting bagi Anda,” kata Atika.

Cara keenam adalah merenung, berdoa, atau beribadah pada Sang Pencipta. Ini merupakan cara terbaik untuk melepaskan diri dari stres berkepanjangan.

Tak Boleh Dibiarkan

Jika cara di atas belum mampu mengatasi stres atau depresi yang dialami, maka berkunjung ke psikiater atau psikolog dapat menjadi pilihan berikutnya.

Lebih lanjut, depresi adalah kelainan suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat terus-menerus. Depresi biasanya akan memengaruhi seseorang dalam berpikir dan berperilaku, serta dapat memicu berbagai masalah fisik maupun emosional.

Seseorang yang mengalami depresi, dapat mengalami masalah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan tak jarang mereka merasa bahwa hidup sudah tidak ada gunanya lagi.

Meski demikian, seseorang yang mengalami depresi bukan berarti sosok yang lemah. Sebab depresi merupakan suatu penyakit yang dapat disembuhkan.

Jika dibiarkan, depresi dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Misalnya gangguan kecemasan, gangguan panik atau fobia sosial. Orang yang menderita depresi cenderung terkucil secara sosial sehingga timbul keinginan untuk bunuh diri.

Selain itu, mereka juga rentan menyakiti tubuhnya sendiri. Misalnya memotong anggota tubuh tertentu.

Depresi dapat bertambah buruk bila tidak diobati. Depresi yang tidak diobati dapat mengakibatkan masalah emosional, perilaku, dan masalah kesehatan yang dapat memengaruhi setiap segi kehidupan, bahkan berujung pada kematian.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel