Sering Mencabuti Kulit Kering pada Bibir? Ketahui Pemicu dan Solusinya Menurut Ahli

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mencabuti kulit kering yang ada pada area bibir kerap dilakukan oleh banyak orang. Terkadang kebiasaan ini pun dilakukan secara tidak sadar. Mulai dari mencabutinya dengan jari sendiri, hingga menariknya langsung menggunakan gigi.

"Mencabut kulit kering bibir merupakan fenomena yang cukup umum dari waktu ke waktu. Gangguan ini dikenal dengan skin-picking disorder, yang sebenarnya adalah masalah perilaku yang berfokus pada tubuh dan dilakukan secara berulang-ulang," ujar dokter kulit dan psikiater Evan Rieder, MD, FAAD dikutip Bustle pada Rabu, (6/10/21).

Evan menjelaskan, skin-picking disorder dapat digambarkan dengan perilaku mencabuti kulit secara kompulsif. Tak hanya pada bibir, kebiasaan ini juga bisa dilakukan bersamaan dengan menggigit kuku, trikotilomania, dan gangguan dalam spektrum obsesif-kompulsif lainnya.

"Ini juga ditandai dengan upaya berulang untuk menghentikan perilaku tanpa adanya hasil yang terlihat. Kesulitan untuk menghentikannya juga ikut menyertai," kata Evan.

Meskipun kebiasaan mencabuti kulit kering pada bibir bisa dialami oleh siapapun, kebiasaan ini sebenarnya lebih sering terjadi pada mereka yang sudah memiliki masalah dermatitis seperti iritasi pada bibir sebelumnya. Hal ini juga dapat dipicu oleh kebiasaan menjilat bibir secara berulang.

"Skin barrier atau lapisan terluar pada kulit bisa rusak. Bibir pun bisa memerah, muncul seperti sisik, mengalami iritasi, hingga gatal," ujar Evan.

Menurut Evan, terdapat banyak pemicu dari perilaku mencabuti kulit kering pada bibir ini. Seperti tekstur bibir yang sudah pecah-pecah, gatal, peradangan, kulit kering, hingga stres. Bibir yang terlihat kering atau pecah-pecah pun dapat menjadi pertanda beberapa hal seperti kekurangan vitamin hingga infeksi.

Beberapa produk kecantikan bibir yang mengandung bahan-bahan tertentu juga bisa berkontribusi terhadap kekeringan atau bibir pecah-pecah.

"Ada beberapa studi menunjukkan bahwa ada peran genetik dari keluarga untuk perilaku ini. Tapi tentu saja, faktor lingkungan, temperamen, dan stres berperan dalam mengembangkan kondisi seperti itu," ujar Evan.

Lalu, bagaimana cara menghentikannya?

Menurut TLC Foundation for Body-Focused Repetitive Behaviors, terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari kebiasaan mencabuti kulit kering pada bibir. Berikut penjelasannya.

1. Menyibukan diri

Menjaga tangan untuk tetap sibuk dinilai bisa membantu Anda untuk menghindari kebiasaan mencabuti kulit kering pada bibir. Ketika sibuk beraktivitas, maka tangan pun tidak bisa sembarangan menyentuh bibir.

2. Tingkatkan asupan vitamin dan air

Meningkatkan asupan vitamin dan air juga akan membantu menjaga kulit agar tetap sehat dan terhidrasi. Hal ini mengurangi kemungkinan bibir menjadi pecah-pecah, yang seolah meminta untuk digigit dan dicabut kulit keringnya.

3. Cari tahu pemicunya

Selain dua hal di atas, mencari tahu apa yang menjadi pemicunya juga dianggap penting. Coba pikirkanlah kapan Anda biasanya akan melakukan kebiasaan hal tersebut, apakah ketika sedang cemas, gugup, atau khawatir?

Mengingat kebiasaan mencabuti kulit kering pada bibir juga bisa menjadi coping mechanism bagi beberapa orang. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda dapat lebih mudah untuk mengontrol dan mengubahnya.

"Jika Anda tidak dapat berhenti melakukannya, terapi juga dapat membantu. Selama terapi, orang akan belajar untuk mengidentifikasi dan memprediksi pemicu mereka untuk melakukannya,"

"Sebelum akhirnya mampu mencari solusi lain yang lebih produktif untuk menghentikan kebiasaan merusak kulit tersebut, dan memberikan kemungkinan kulit untuk sembuh,” kata Evan.

Infografis

Banner Infografis Ayo Jaga Diri dan Kelola Stres Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Banner Infografis Ayo Jaga Diri dan Kelola Stres Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel