Sering Merasa Tak Kompeten? Bisa Jadi karena Imposter Syndrom

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Merasa tak yakin akan kemampuan diri sendiri dalam berkarier padahal orang lain mengakuinya? Bisa jadi kamu mengalami Imposter Syndrom yaitu sindrom yang dialami seseorang yang merasa tidak yakin akan kemampuannya.

Menurut kajian US National Library of Medicine, hingga 82% penduduk mengalami Imposter Syndrom pada beberapa fase kehidupannya. Data Statistik dari "2019 Imposter Syndrome Study" juga mengungkap, satu dari dua perempuan mengalami Imposter Syndrom setiap hari atau secara berkala.

Hal itu membuktikan fakta jika para perempuan kerap meragukan kemampuannya sendiri dengan menganggap dirinya sebagai pembohong plus meremehkan pengalaman dan keahlian pribadi. Hal ini tak bisa diabaikan dan perlu ditangani secara serius.

"Perempuan yang mengalami Imposter Syndrom harus menyadari bahwa orang lain menghargai keahlian mereka dan mereka bisa terus berkembang lewat proses. Di sisi lain, mereka bisa berbincang dengan orang yang dipercayainya agar memahami ketakutan mereka sebetulnya tidak beralasan," ujar Dr. Lim Boon Leng, Psikiater dari Dr BL Lim Centre for Psychological Wellness

Meski marak ditemui pada masyarakat luas, namun hal tersebut masih terbilang jarang dibahas di Asia khususnya di Indonesia. Sebab itu, Procter & Gamble, perusahaan Fast-Moving Consumer Goods meluncurkan kampanye #RealDeal bersama Lazada. Lewat Kampanye #RealDeal ini P&G mengulasnya lewat film pendek Vimeo yang mengangkat kisah nyata seorang pebisnis asal Singapura, Yeo Wan Qing, yakni sosok pendiri perusahaan yang bermisi sosial, Hatch.

Kampanye Lewat Film dan Promo Spesial

ilustrasi perempuan karier/Photo by Alexander Suhorucov from Pexels
ilustrasi perempuan karier/Photo by Alexander Suhorucov from Pexels

Yeo Wan Qing, mengatasi Imposter Syndrom setelah mengambil langkah berani untuk bersikap terbuka dengan orang-orang terdekatnya dan membahas segala kendala yang ditemuinya. Melalui film pendek tersebut, P&G berinisiatif untuk ikut memberikan pemahaman dan dukungan khususnya bagi perempuan Indonesia yang mengalami sindrom tersebut agar terus percaya diri serta meyakinkan mereka tidak berjalan sendirian.

"P&G sangat berkomitmen terhadap kesetaraan dan inklusi. Lewat kampanye ini, kami ingin mengulas berbagai pergulatan wanita yang mengalami sindrom penyemu. Kisah-kisah mereka tak begitu banyak diketahui publik. Melalui film pendek ini, kami ingin menginspirasi masyarakat supaya mulai membahas Imposter Syndrom, dan mendukung orang-orang yang mengalaminya," ujar Alexandra Vogler, E-commerce Senior Director, Asia Pasifik, Timur Tengah & Afrika, P&G.

Selain lewat film, kampanye P&G juga akan hadir di Lazada. Sejumlah program eksklusif akan hadir dan melibatkan sejumlah produk unggulan P&G seperti Olay, Pantene dan Oral-B.

Peluncuran kampanye ini juga bertujuan untuk mengapresiasi para konsumen perempuan agar kehadiran produk-produk P&G dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri agar terus dapat percaya akan kemampuan dan potensi diri. Serta terus berkembang menjadi versi terbaiknya tanpa ada rasa takut tidak beralasan dan keraguan.

Simak Video Berikut

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel