Sering Tak Diketahui Sebabnya, Kenali Gejala Penyakit Jantung Bawaan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Bicara tentang penyakit jantung, kebanyakan orang hanya mengenal serangan jantung atau penyakit jantung koroner. Padahal, ada juga penyakit jantung bawaan yang kerap diabaikan.

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) atau Congenital Heart Disease (CHD) adalah penyakit jantung yang telah ada sejak lahir akibat pembentukan jantung yang tidak sempurna pada fase awal perkembangan janin di dalam kandungan.

Dokter Spesialis Penyakit Jantung Bawaan, dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), mengatakan, 8 dari 1.000 bayi didiagnosis dengan penyakit jantung bawaan ini. Namun, hanya 30 persen yang memperlihatkan gejala pada minggu-minggu pertama kehidupan.

"Sisanya tidak tampak dari awal-awal kehidupan. Hal ini mengakibatkan terjadinya keterlambatan diagnosis yang dapat berakibat buruk. Bahkan, 80 persen dari penyakit jantung bawaan penyebabnya tidak diketahui," ujarnya saat media gathering Heartology Cardiovascular Center, yang digelar virtual, baru-baru ini.

Lebih lanjut, dokter Radityo menjelaskan, untuk mendeteksi penyakit jantung bawaan ini, dibutuhkan screening dengan melakukan fetal ekokardiografi.

"Kemudian screening ini dilanjutkan sampai bayi sesaat sebelum dipulangkan dari rumah sakit. Sehingga deteksi awal ini membantu dalam mendeteksi apakah bayi itu kemungkinan menderita penyakit jantung bawaan atau tidak," lanjut dia.

Radityo menambahkan, sebagian besar penyakit jantung bawaan ini bergejala. Di mana penyakit ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu penyakit jantung bawaan biru dan tidak biru.

"Dua kelompok ini memperlihatkan gambaran klinik yang berbeda. Kalau bayi nyusunya berhenti-berhenti, berkeringat saat menyusu, atau dia bisa tanpa gejala. Yang tanpa gejala ini yang menemukan tenaga kesehatan atau dokter," kata dia.

"Misalnya pada pemeriksaan fisik ditemukan bunyi bising jantung. Penderitanya merasa sehat-sehat saja, pas didengerin bunyi jantungnya berbeda," sambung dia.

Kemudian menurut Radityo, untuk mendeteksi penyakit ini bisa juga dengan melakukan medical check up.

"Selain dari bunyi jantung, bisa terdeteksi dari gambaran foto polos dada. Nanti terlihat tampilan puncak jantungnya berbeda misalnya," tuturnya.

"Berikutnya ada rekam jantung. Rekam jantung yang biasa didapatkan dari screening medical check up bisa dikatakan aksis jantungnya berubah atau ada tanda-tanda pembesaran ruang jantung. Itu bisa menjadi dasar dari gejala untuk mendeteksi," pungkas dr. Radityo Prakoso.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel