Sering Terbangun Saat Tidur, Apa Penyebabnya?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Memiliki waktu tidur yang nyenyak bisa menjadi suatu hal sulit bagi sebagian orang. Apalagi beberapa diantaranya disebabkan oleh hal sederhana, suara berisik misalnya. Namun kira-kira apa ya yang jadi penyebab bahkan arti jika kita dengan mudahnya terbangun?

"Jika Anda mencoba mencari tahu mengapa sering terbangun setelah tidur selama dua jam misalnya, Anda harus terlebih dahulu memahami apa itu struktur tidur," ujar psikolog perilaku Alison Gardiner dikutip Bustle, Sabtu (30/10/21).

Alison menjelaskan, manusia tidur dalam sebuah siklus. Selama ini siklus tersebut bergerak melalui fase tidur yang berbeda. Siklusnya cenderung berupa bangun, tidur ringan, tidur nyenyak, tidur ringan, baru kemudian benar-benar terbangun.

"Itu semua normal dan faktanya tidak ada yang namanya tidur penuh sepanjang malam. Namun, orang yang tidur dengan nyenyak cenderung tidak menyadari saat mereka terbangun dengan singkat dan sering melaporkan bahwa mereka tidur dengan tuntas," kata Alison.

Stres

Dokter yang mendalami tidur Katharina Lederle mengungkapkan bahwa manusia biasanya tidur dalam siklus sekitar 90-120 menit. Pada akhir siklus, kita akan terbangun sebentar hanya untuk berguling atau memeriksa keadaan, kemudian kembali tertidur lagi. Namun, kondisi ini akan berbeda saat seseorang mengalami stres.

"Saat stres, otak dapat sepenuhnya terbangun pada saat-saat tersebut dan mulai berpikir, merencanakan, memecahkan masalah, bahkan khawatir. Berbeda lagi saat kita tidur terlalu cepat dan kemudian terbangun di malam hari," ujar Katharina.

Penurunan adenosin

Saat siang hari, tubuh membangun neurotransmitter yang disebut dengan adenosin, yang membuat kita bisa merasa ngantuk. Hal tersebut kemudian juga berkontribusi pada apa yang disebut dengan sleep drive. Sehingga, semakin lama Anda terjaga atau bangun, maka akan semakin tinggi juga dorongan untuk tidur lebih cepat.

"Tidur biasanya paling nyenyak di awal-awal, saat Anda pertama kali tertidur. Setelah beberapa jam, otak mulai membersihkan adenosin, dorongan tidur pun menurun, dan Anda mungkin mengalami tahap tidur yang lebih ringan," kata spesialis tidur dr. Nishi Bhopal.

Insomnia

Tak hanya itu, jika Anda tidak bisa tidur dengan waktu yang dianjurkan yakni tujuh hingga sembilan jam, namun bisa selalu tidur dengan cepat, maka itu juga bisa jadi pertanda bahwa sebenarnya Anda kurang tidur.

Serta, jika Anda baru saja begadang, Anda pun bisa tidur lebih cepat setelahnya.

Harvard Health Publishing mengungkapkan bahwa insomnia dikategorikan sebagai orang yang mengalami kesulitan untuk tidur. Khususnya disertai dengan bangun yang terlalu dini dan kemudian kesulitan kembali untuk tidur. Kondisi tersebut juga lebih sering ditemui pada wanita.

Terutama jika wanita sedang berada dalam masa transisi melalui usia paruh baya karena fase tersebut seringkali merupakan masa stres psikologis. Faktor lainnya yang mempengaruhi ialah nyeri, depresi, atau gangguan tidur seperti sleep apnea.

"Sleep apnea kondisi yang relatif umum dimana dinding tenggorokan rileks dan menyempit saat tidur, mengganggu pernapasan normal. Inilah yang dapat menyebabkan tidur terganggu terus-menerus," tulis National Health Service (NHS).

Menurut pemaparan NHS, sleep apnea sendiri dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk saluran napas yang sempit, hidung tersumbat, merokok, alkohol, dan kelebihan berat badan.

Infografis

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel