Sering Tetiba Kurang Enak Badan Hanya pada Malam Hari, Kenapa Ya?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Disadari atau tidak, sebagian besar dari kita mungkin pernah mengalami kondisi merasa begitu sehat pada siang hari tapi tetiba kurang enak badan pada malam hari. Ternyata, hal ini memang mungkin terjadi.

Gejala seperti batuk, pilek, migrain, hingga sakit perut berpotensi muncul pada malam hari. Penyebab paling umum kurang enak badan sebenarnya terkait dengan sistem imun atau kekebalan tubuh. Tetapi tentu terdapat beberapa faktor lain yang memengaruhinya.

"Pada dasarnya, sistem kekebalan tubuh kita bekerja sesuai ritme sirkadian, yang sebagian besar pekerjaan tersebut dilakukan pada saat kita tidur," ujar dokter di Manhattan, Jared Braunstein dikutip Elite Daily pada Selasa, (12/10/21).

Jared menjelaskan bahwa ketika sistem imun sedang bekerja melawan virus atau bakteri, respons tubuh dapat menyebabkan kita merasa sakit dan demam hingga berkeringat atau mungkin kedinginan.

Pada siang hari, ketika kita sibuk mengeluarkan energi untuk bergerak, mencerna makanan, dan lainnya, sistem imun yang membutuhkan lebih banyak energi untuk bekerja akan menahan diri.

Namun ketika malam tiba, saat seluruh aktivitas sudah mereda, maka sistem imun atau kekebalan tubuh manusia akan memanfaatkan cadangan energi yang ada untuk mulai bekerja.

"Jadi, ketika gejala yang Anda rasa begitu tak tertahankan, ingatkanlah diri sendiri bahwa itu adalah bukti bahwa Anda memiliki sistem kekebalan yang sangat kuat. Apapun patogen yang dihadapi, semoga tubuh Anda siap untuk melawannya dan Anda pun merasa lebih baik di pagi hari," ujar Jared.

Tak berhenti di situ, ada beberapa penyebab lainnya yang memicu kondisi ini. Berikut penjelasannya.

1. Berbaring

Berbaring pada malam hari juga dinilai dapat memperparah kondisi penyakit atau gejala tertentu, batuk misalnya. Hal tersebut berkaitan dengan posisi tubuh yang berbeda pada siang dan malam hari.

"Batuk biasanya menjadi lebih buruk pada malam hari karena kita cenderung memproduksi lebih banyak lendir. Ketika kita berbaring di tempat tidur, lendir menetes ke bagian belakang tenggorokan dan menyebabkan refleks berupa batuk," ujar Jared.

Jared menjelaskan, penyakit asam lambung dan jantung juga bisa diperparah pada saat kondisi berbaring. Namun penting untuk memeriksakan itu lebih lanjut pada dokter masing-masing dan tidak melakukan self diagnose.

2. Lebih peka

Kemungkinan lainnya ialah Anda mungkin menjadi lebih peka terhadap tubuh ketika malam hari. Ketika kita disibukkan dengan berbagai aktivitas di siang hari, rasa sakit pun seringkali terlupakan atau tidak dapat dirasakan.

Pikiran pun tidak memiliki kesempatan untuk berhenti sejenak, merasakan, atau memproses apa yang benar-benar terjadi pada tubuh. Hal ini bisa menjadi sesuatu yang baik karena tubuh bisa mengatur dan berpikir secara rasional.

"Namun itu juga bisa mengalihkan Anda untuk tidak memperhatikan gejala-gejala kecil yang muncul," kata Jared.

3. Cukup hidrasi dan cari solusi

Salah satu hal terpenting yang harus dilakukan ketika Anda merasa kurang enak badan pada malam hari ialah dengan memastikan tubuh tetap terhidrasi lewat banyaknya cairan yang masuk. Dalam hal ini, banyak minum dinilai dapat membantu.

"Apa yang harus Anda lakukan setelahnya tergantung pada gejala yang dirasakan. Misalnya, jika Anda mengalami batuk yang sangat parah, Anda dapat mencoba menopang diri di tempat tidur dengan satu atau dua bantal tambahan,"

"Atau, jika Anda merasa demam, mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas bisa dijadikan pilihan. Namun apabila gejala tidak mereda selama tiga hingga empat hari, maka periksakan itu segera pada dokter," ujar Janed.

Infografis

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel