Sero Survei UI: Antibodi Covid-19 Anak 1-11 Tahun di Jawa-Bali Naik 21,8%

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Antibodi Covid-19 anak berusia 1 hingga 11 tahun di Jawa dan Bali meningkat sebesar 21,8 persen. Pada Desember 2021, antibodi Covid-19 anak dalam kelompok umur tersebut hanya 76,5 persen, kini naik menjadi 98,3 persen.

Hal ini diungkapkan Tim Pandemi Covid-19 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Muhammad N Farid. Farid mengatakan, temuan tersebut berdasarkan hasil sero survei di 21 kabupaten dan kota di Jawa dan Bali pada Maret 2022.

"Artinya, ada peningkatan (antibodi Covid-19 anak 1-11 tahun) sebesar 21,8 persen dibandingkan kondisi Desember 2021," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, Rabu (20/4).

Menurut Farid, kemungkinan ada dua penyebab meningkatnya antibodi Covid-19 anak 1 hingga 11 tahun. Pertama, cakupan vaksinasi anak meningkat. Kedua, anak terinfeksi Covid-19 varian Omicron.

Selain pada anak 1 hingga 11 tahun, antibodi Covid-19 lansia di atas 60 tahun juga meningkat. Namun, peningkatannya tidak setinggi kelompok umur 1 sampai 11 tahun.

Farid menyebut, pada Desember 2021, antibodi Covid-19 kelompok lansia di Jawa Bali hanya 90 persen. Pada Maret 2022 naik menjadi 97,6 persen. Artinya, ada peningkatan sekitar 7,6 persen.

"Yang mana kemungkinan besar karena vaksinasi booster. Pada periode ini juga terjadi lonjakan cakupan vaksinasi booster yang tinggi. Tadi disampaikan vaksinasi dari 0,5 persen pada bulan Desember menjadi 17 persen di bulan Maret 2022," jelasnya.

Epidemiolog FKM UI, Iwan Ariawan mengatakan sero survei ini dilakukan Kementerian Kesehatan bersama Tim Pandemi FKM UI. Ini merupakan sero survei kedua. Sero survei pertama dilakukan FKM UI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri pada November hingga Desember 2021.

Pada survei kedua ini, total responden sebanyak 2.100 di 21 kabupaten dan kota pada 7 provinsi Jawa-Bali. Artinya, setiap kabupaten dan kota ada 100 responden yang dipilih.

Pemilihan responden dilakukan secara acak dengan memperhatikan strata, jenis kelamin, umur, riwayat vaksinasi dan riwayat terdeteksi. Para responden ini pernah menjadi responden pada sero survei pertama.

"Responden-respondennya dipilih ulang menjadi responden pada survei ini," ucapnya.

Metode Sero Survei

Iwan menjelaskan sero survei ini menggunakan metode pemeriksaan antibodi yang sama dengan sero survei pada November-Desember 2021. Alasan penggunaan metode yang sama karena ingin membandingkan hasilnya.

Analit yang diukur pada sero survei ini adalah total antibodi terhadap Protein S RBD SARS-CoV-2. Reagen yang dipakai Elecys Anti-SARS-CoV-2 S dari Roche Diagnostic Internasional Ltd, Rotkreuz, Switzerland.

Pemeriksaan dilakukan dengan metode ECLIA (Electro-Chemiluminescence Immunoassay) pada alat Cobas e411 dari Roche Diagnostic Internasional Ltd, Rotkreuz, Switzerland.

"Hasilnya dilaporkan dalam satuan unit U/ml dengan level of detection 0,4 U/ml. Dengan pengenceran dilakukan 100 kali, artinya antibodinya bisa terdeteksi sampai 2.500 U/ml . Di atas itu akan ditulis sebagai lebih besar dari 2.500 U/ml," jelasnya.

Daftar 21 Kabupaten dan Kota Sasaran Sero Survei

Berikut ini daftar 21 kabupaten dan kota sasaran sero survei. Kabupaten dan kota ini merupakan daerah asal dan tujuan mudik Lebaran Idulfirtri 2022.
DKI Jakarta
Jakarta Pusat
Jakarta Barat
Jakarta Utara
Jakarta Selatan
Jakarta Timur

Jawa Barat
Bogor
Bekasi
Kota Bogor
Kota Bandung
Kota Bekasi
Kota Depok

Jawa Tengah
Grobogan
Kota Semarang

Jawa Timur
Sidoarjo
Kota Surabaya

Banten
Tangerang
Kota Tangerang
Kota Tangerang Selatan

Bali
Kota Denpasar

DI Yogyakarta
Kota Yogyakarta
Gunung Kidul. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel