Serpihan Petasan Diduga dari Kertas Al Quran Hebohkan Warga Tangerang

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi Alquran (dok. unsplash/ali burhan)

Liputan6.com, Tangerang - Serpihan kertas yang diduga berasal dari potongan kitab Al Quran, ditemukan berserakan bekas ledakan petasan di Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Petasan terbuat dari kertas Alquran terungkap setelah dibakar di acara hajatan nikahan warga.

Dikutip dari laman instagram @info_ciledug menyebut, warga RT 01/RW006, Parung Serab, Ciledug, dihebohkan dengan penemuan sobekan kertas Al Quran, pada petasan yang digunakan untuk pesta pernikahan.

"Petasan hajatan diduga terbuat dari sobekan Al quran ditemukan warga Parung Serab Ciledug. Hal tersebut diketahui ketika salah seorang warga menggelar acara pernikahan pada Sabtu (11/9/2021) sore sekitar pukup 16.00 WIB," tulis akun instagram tersebut dikutip Minggu (12/9/2021).

Dalam keterangan dari akun media sosial itu, menyatakan kalau penemuan sobekan kertas Al Quran pada petasan itu, berawal ketika kedua mempelai telah selesai melangsungkan akad nikah. "Pihak keluarga menyalakan petasan sebagai penanda bahwa acara telah selesai," tulisnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Kata Polisi

Namun, saat serpihan bekas petasan itu hendak dibersihkan, warga dan keluarga penyelenggara pesta pernikahan mendapati sobekan kertas huruf arab. Saat diteliti lebih jauh, serpihan kertas bekas petasan itu, ternyata adalah sobekan Al quran.

"Pihak keluara dan warga yang berada di lokasi mengaku tidak mengetahui bahwa petasan itu, terbuat dari sobekan Al quran. Kini temuan tersebut telah dilaporan warga ke aparat setempat untuk diselidiki lebih lanjut," tulis akun instagram tersebut.

Kabag Humas Polres Metro Tangerang, Kompol Abdul Rachim mengaku, kepolisian sudah memeriksa tiga orang saksi.

"Ada tiga orang yang diperiksa sebagai saksi," kata Abdul Rachim.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel