Sersan Cantik Israel Ini Tak Sadar Mandi Darah Anak-anak Palestina

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pekik takbir berkumandang tatkala petugas penyelamat menemukan tubuh-tubuh anak-anak Muslim Palestina di bawah reruntuhan bangunan rumah mereka yang hancur diterjang rudal-rudal yang ditembakkan dari jet-jet tempur militer Israel.

Keluarga anak-anak itu tak kuasa membendung air mata menyaksikan anak-anak tak berdosa itu telah pergi untuk selamanya dalam kondisi tubuh bermandikan darah.

Sudah sepekan situasi seperti ini berulang terjadi. Satu persatu warga sipil Gaza menemui ajal akibat serangan brutal militer Yahudi alias Israel Defense Force (IDF).

Tak cuma serangan darat yang gencar dilancarkan IDF, tapi dari udara tak kalah menakutkannya. Jet-jet tempur silih berganti diterbangkan dari markas-markas skuadron udara Israel, dengan membawa rudal-rudal pembunuh menggempur Gaza.

Hari itu, Sersan Little tampak bersemangat memandu satu persatu pesawat tempur Israel yang akan terbang menggempur Gaza.

Dia merupakan tentara wanita Israel, bertugas di Skuadron 119 Angkatan Udara Israel. Tugasnya sebagai teknisi pesawat tempur.

Selama penyerangan berlangsung ke Gaza berlangsung, Sersan Little bekerja ekstra, siang malam dihabiskan di depan moncong-moncong rudal yang terpasang di tubuh jet-jet tempur.

Sebagai seorang tentara, walau letih, bagi Sersan Little itulah adalah bentuk pengorbanannya kepada bangsa Yahudi, tanah kelahirannya.

Memang, Sersan Little sangat bertekad menjadi tentara terdepan menghadapi musuh. Tapi, entah disadari atau tidak olehnya, misi militer Israel menyerang Gaza yang disokongnya itu, bukan lagi sebuah pertempuran militer melawan militer.

Sebab, rudal-rudal yang ditembakkan dari jet tempur yang dipandunya untuk mengangkasa telah merenggut banyak nyawa sipil Muslim Palestina yang tak bersalah. Baik itu wanita atau juga anak-anak.

Dalam kutipan wawancaranya dengan IDF dilansir VIVA Militer, Rabu 20 Mei 2021, memang tak ada tertulis niat tentara muda itu untuk menghabisi nyawa sipil.

Sersan Little hanya menyebut pihak-pihak yang menjadi target serangan brutal Israel sebagai musuh yang harus dikalahkan meski tubuhnya secara tak langsung bermandikan darah warga sipil Palestina yang tewas terkena serangan rudal jet tempur Israel.

"Ketika saya memilih bergabung dengan pilot tempur, dalam pikiran Saya sebagai penduduk selatan akan menjadi pengalaman hidup di usia muda yang tak bisa dilewatkan. Aku merasakan makna dari kontribusi dalam penyerangan ini. Tugas ini sulit, jam, kerja, sama sekali tak mudah. Tapi tujuan itu berharga. Bersama-sama akan menang atas musuh," kata Sersan Little.

Sersan Little bukan satu-satunya gadis muda yang bertugas di Angkatan Udara Israel. Hanya saja memang dia yang ditonjolkan Israel untuk membakar semangat dalam penyerangan ke Gaza.

Yang perlu diketahui, Amnesti Internasional telah mengeluarkan pernyataan bahwa serangan udara Israel ke Gaza merupakan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan. Karena target serangan udara Israel bukan infrastruktur militer atau juga markas HAMAS, melainkan rumah dan bangunan pemukiman warga sipil.