Sersan Kulit Hitam Bongkar Praktik Rasisme di Angkatan Udara AS

Radhitya Andriansyah

VIVA – Dampak kasus pembunuhan seorang warga kulit hitam bernama George Boyd di Minneapolis, menjalar ke sejumlah wilayah di Amerika Serikat (AS). Kematian Floyd membuktikan bahwa masih ada perilaku rasisme yang terjadi di AS. 

Floyd tewas dibunuh seorang anggota Polisi Minneapolis, Derek Chauvin, 25 Mei 2020 lalu. Tanpa rasa perikemanusiaan, Chauvin menindih leher Floyd dengan lututnya hingga Floyd kehabisan nafas dan akhirnya meninggal dunia.

Gelombang unjuk rasa pun terjadi di hampir seluruh Negara Bagian AS. Tak cuma itu, para warga kulit hitam mengekspresikan kemarahannya dengan menjarah dan membakar sejumlah bangunan, mobill, dan melakukan perlawanan terhadap petugas kepolisian bahkan tentara.

Perilaku rasisme ternyata tak hanya terjadi di kalangan masyarakat sipil, tapi juga berlangsung di institusi sekelas Angkatan Bersenjata AS (US Armed Forces). Buktinya, seorang prajurit kulit hitam AS memberikan kesaksian terkait perilaku rasialis yang terjadi di kesatan Angkatan Udara AS (US Air Forces).

Sersan Kepala Kaleth O. Wright, tamtama paling senior di Angkatan Udara AS menunjukkan reaksi keras saat mendengar kasus kematian Floyd. Lewat akun Facebook pribadinya, Wright menuliskan apa yang dirasakannya saat melihat aksi rasialis yang dilakukan Chauvin kepada Floyd di televisi.

"Sama seperti sebagian besar penerbang berkulit hitam dan begitu banyak orang lain di barisan kita. Saya marah melihat pria kulit hitam lain tewas di televisi di depan mata kita," tulis Wright.

"Apa yang terjadi terlalu sering di negara ini kepada kulit hitam yang menjadi sasaran kebrutalan polisi yang berakhir dengan kematian. Itu bisa saja terjadi pada saya," lanjut pernyataan Wright.

Tak cuma itu, Wright juga menuliskan kalimat yang membuktikan perilaku rasialis masih ada di kesatuan militer AS. Wright meminta semua elemen di Angkatan Udara AS bertindak adil dan memperlakukan semua prajurit kulit hitam dengan setara.

"Saya meminta Anda secara khusus untuk memperhatikan penerbang kulit hitam di barisan Anda selama masa cobaan ini. Jangan salah paham kepada saya, mereka tidak butuh, juga tidak menginginkan perlakuan khusus. Tetapi, mereka layak diperlakukan dengan adil dan setara, baik oleh Angkatan Udara Amerika Serikat dan Amerika Serikat. Ini harus dimulai dengan Anda, dan saya meminta, pengertian Anda, jangan berkelahi," tulis Wright.