Sertifikasi Vaksin dan Tes PCR Indonesia Bakal Diakui di Uni Emirat Arab

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para menteri melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri UEA/Ruler of Dubai Y.M. Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, dalam acara Indonesia-UAE Investment Forum/Business di Hotel Jumeirah Al-Qashr.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan masing-masing negara sepakat untuk mengakui sertifikasi vaksin, tes PCR dan farmasi.

"Kedua negara sepakat untuk kerja sama di bidang kesehatan dengan saling memberi pengakuan sertifikasi vaksinasi dan tes PCR, serta farmasi," kata Airlangga dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (5/11).

Pada pertemuan tersebut kedua negara melakukan sejumlah kesepakatan bilateral, baik itu antara pemerintah maupun antar perusahaan. Berbagai perjanjian kerja sama yang disepakati antara lain meliputi kerjasama antar bank sentral, sertifikasi pelatihan personel pelaut, investasi, penghindaran pajak berganda, kredit ekspor, energi baru terbarukan, infrastruktur pelabuhan dan penerbangan, refinery migas, dan telekomunikasi.

"Selain itu, kerja sama tersebut juga meliputi Sovereign Wealth Fund kedua negara dalam rangka investasi di beberapa sektor strategis seperti infrastruktur," kata dia.

Dalam rangka meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi kedua negara, kedua pihak sepakat mendorong upaya percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).

Airlangga mengatakan dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi menyebut Indonesia telah memiliki Undang-Undang Cipta Kerja yang menjadi dasar transformasi ekonominya. Sehingga memudahkan para pengusaha yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia/

“Presiden Jokowi kembali menggarisbawahi bahwa transformasi ekonomi Indonesia melalui pembaruan kebijakan melalui Undang-Undang Cipta Kerja akan memudahkan para pelaku bisnis PEA untuk berinvestasi di Indonesia," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tanam Investasi

Sebuah logo Dubai Expo 2020 diproyeksikan pada upacara pembukaan di Dubai, Uni Emirat Arab, 30 September 2021. Pembukaan Dubai Expo 2020 berlangsung mewah dengan menampilkan kembang api dan pertunjukan lampu untuk merayu dunia meski pandemi. (GIUSEPPE CACACE/AFP)
Sebuah logo Dubai Expo 2020 diproyeksikan pada upacara pembukaan di Dubai, Uni Emirat Arab, 30 September 2021. Pembukaan Dubai Expo 2020 berlangsung mewah dengan menampilkan kembang api dan pertunjukan lampu untuk merayu dunia meski pandemi. (GIUSEPPE CACACE/AFP)

Untuk itu mengajak para pelaku usaha untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Seperti di bidang energi baru terbarukan, infrastruktur, pariwisata dan ketahanan pangan.

Sebagai rangkaian terakhir dalam rangka kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke PEA, presiden beserta sejumlah menteri menghadiri acara National Day Indonesia pada pameran Dubai Expo 2020, di kawasan Al Washl pada Kamis (4/10) lalu. Acara tersebut mengusung tema capaian dan kemajuan Indonesia serta profil Indonesia di segala bidang terutama di sektor ekonomi, sosial dan budaya yang beragam.

Adapun beberapa menteri yang hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan M. Lutfi, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Turut serta dalam rombongan yakni Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Duta Besar Republik Indonesia untuk PEA Husin Bagis dan Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel