Sertifikat Kematian Ungkap Penyebab Meninggalnya Ratu Elizabeth II

Merdeka.com - Merdeka.com - Kematian Ratu Elizabeth II pada 8 September lalu menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah publik, terutama mengenai penyebab kematian Ratu. Pertanyaan itu pun telah terjawab dengan dikeluarkannya sertifikat kematian Ratu kemarin.

Dalam sertifikat itu tertulis Ratu Elizabeth II meninggal karena usia tua. Kematian karena usia tua dicatat oleh praktisi medis dan dokter Ratu di Skotlandia, Douglas James Allan.

Sertifikat kematian yang ditandatangani anak kedua Ratu, Putri Anne tidak menjelaskan penyebab kematian lain selain karena umur tua.

Dikutip dari laman The Guardian, Jumat (30/9), sertifikat kematian menyatakan Ratu berusia 96 tahun itu meninggal pukul 15.10 di Kastil Balmoral, Skotlandia. Ini menunjukkan Ratu telah meninggal 3 jam sebelum berita kematian itu diumumkan secara resmi oleh Istana Buckingham pada pukul 18.30.

Waktu kematian juga menunjukkan Ratu meninggal ketika beberapa anggota keluarganya masih di perjalanan untuk menemuinya. Namun kala itu, Pangeran Charles dan istrinya, Camilla, serta Putri Anne sudah berada di Kastil Balmoral menemani Ratu.

Sedangkan Pangeran William, Pangeran Edward dan istrinya, Sophie, Pangeran Andrew, dan Pangeran Harry tiba di kastil setelah kematian Ratu. Ratu pun meninggal tanpa melihat kedua cucu serta anak ketiga dan keempatnya.

sertifikat kematian ratu elizabeth
sertifikat kematian ratu elizabeth

©National Records of Scotland

Kematian karena usia tua dapat diterima jika dokter yang menyatakan telah merawat pasien dalam waktu yang lama, tidak mengetahui penyakit lain, dan telah mengamati penurunan kesehatan serta fungsi tubuh secara bertahap.

Sebelumnya Ratu Elizabeth II mengalami masalah mobilitas (bergerak). Ratu juga sering terlihat menggunakan alat bantu jalan (tongkat) semenjak dia dirawat di Ibu Kota London, Inggris pada Oktober tahun lalu.

Semenjak itu Ratu sering melewatkan beberapa pertemuan seperti KTT iklim COP26 di Glasgow dan Festival of Remembrance. Dokter pun menyarankan Ratu untuk melakukan tugas-tugas yang ringan.

Di akhir masa hayatnya, Ratu menghabiskan liburan musim panas di Kastil Balmoral, Skotlandia.

Beberapa hari sebelum meninggal, Ratu sempat bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Inggris baru, Liz Truss yang menjadi PM-nya ke 15 selama dia berkuasa sebagai Ratu Inggris.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]