Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Perjalanan Sopir Angkutan Umum di Gorontalo

·Bacaan 2 menit
Petugas saat melakukan pemeriksaan kartu vaksin terhadap pengendara motor di Jalan Trans Sulawesi (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Liputan6.com, Gorontalo - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mulai memperketat pemeriksaan kartu vaksinasi bagi sopir angkutan umum. Bahkan, ini sebagai syarat untuk berkendara di Gorontalo.

Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan TNI/Polri, Satpol PP, BPBD, di ruas jalan sekitar lapangan Taruna Remaja dan seputaran Terminal Telaga, Kabupaten Gorontalo.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Nganro menyampaikan, hal tersebut menindaklanjuti surat edaran Gubernur Gorontalo Nomor 360/BPBD/1003/2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dengan menggunakan angkutan umum darat di wilayah Provinsi Gorontalo pada masa pandemi Covid-19.

"Termasuk penertiban/pengendalian kartu vaksinasi bagi pengemudi becak motor (bentor), ojek online, serta angkutan umum lainnya seperti AKAP, AKDP, angkutan antar jemput, angkutan sewa khusus dan angkutan sewa umum. Ini kami lakukan pertama kali tanggal 2 September, dan hari ini tanggal 6 September mengambil titik di seputaran terminal Telaga," kata Jamal.

Khusus di Terminal Telaga, ditemukan 24 sopir kendaraan yang terjaring belum memiliki sertifikat vaksinasi dan yang terbanyak adalah sopir Angkutan Kota dalam Provinsi (AKDP) yakni sebanyak 13 orang.

"Mereka yang tidak memiliki kartu vaksin langsung diarahkan masuk ke Terminal Telaga untuk divaksin oleh petugas vaksinasi dari Biddokes Polda Gorontalo. Jadi kita sudah menyediakan tim medis untuk vaksinasi jika ada yang belum divaksin,” tuturnya.

Sopir atau pengemudi ojek dan bentor yang akan divaksin diperiksa terlebih dahulu oleh petugas kesehatan, jika tidak memenuhi syarat kesehatan atau ditemukan komorbid maka ditunda. Ada dua orang sopir yang terpaksa ditunda dengan alasan kesehatan.

"Semua kita akan lakukan tracking penyakit, jika ada penyakit bawaan maka kami tidak akan paksa lakukan vaksinasi," tuturnya.

Sementara itu, salah satu pengemudi bentor mengaku, jika sebenarnya ia ingin sekali melakukan vaksinasi. Hanya saja, saat ini setiap tempat vaksinasi antreannya cukup banyak.

"Kami sebenarnya mau untuk divaksin, tapi kami lihat setiap ada serbuan vaksin pasti antrean panjang, sementara kami mau narik bentor," kata Ipon.

"Tapi saya sangat bersyukur bahwa hari ini saya sudah divaksin di Terminal Telaga melalui Dinas Perhubungan dan Polda Gorontalo," ia menandaskan.

Simak juga video pilihan berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel