Serunya Berbuka Puasa di Tengah Pepohonan Ekaliptus yang Berjajar Rapi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Kutai Kartanegara - Bagi keluarga muslim di Indonesia, ada tradisi ngabuburit atau menghabiskan waktu sore jelang berbuka puasa di Bulan Ramadan dengan mengunjungi tempat-tempat menarik. Tak terkecuali warga Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Meski tinggal di desa, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, ngabuburit tetap istimewa dengan mengunjungi tempat-tempat yang indah. Di Desa Sanggulan ini, ada sebuah gunung dengan pemandangan unik berupa pepohonan yang tertata rapi. Gunung ini dikelilingi oleh kawasan hutan tanaman industri milik PT ITCI Hutani Manunggal. Warga menamakannya Gunung Angin.

Fahruddin, seorang warga, memilih ngabuburit ke gunung ini pada Jumat (30/4/2021) kemarin. Dia mengajak serta keluarga dan kerabatnya.

Karena sengaja ditanam, pohon-pohon jenis ekaliptus berjajar sangat rapi. Sejauh mata memandang, pohon-pohon tumbuh subur sehingga menjadi pemandangan indah.

“Tempat ini menjadi salah satu tempat favorit menikmati senja sambil menunggu berbuka puasa bersama keluarga,” kata Fahruddin.

Dari puncak tertingginya, kita bisa menyaksikan pemandangan indah tersebut. Kita juga bisa menyaksikan secara langsung kawasan hutan hujan tropis yang dibelah oleh Sungai Mahakam.

“Saat sore adalah waktu terbaik menyaksikan pemandangan alam ini. Lokasinya juga sangat tenang karena cukup jauh dari pemukiman penduduk,” tambahnya.

Untuk sampai ke puncak gunung, warga harus melewati jalan tanah yang merupakan akses milik perusahaan HTI. Butuh waktu sekitar 20 menit dari pusat desa.

Akses menuju puncak bisa menggunakan mobil maupun sepeda motor. Hanya saja, saat hujan jalan menjadi licin dan sulit dilalui.

“Suasananya yang tenang membuat kawasan gunung angin menjadi tempat terbaik menunggu waktu berbuka puasa sambil mendekatkan diri kepada tuhan melalui keindahan alamnya,” ujar Fahruddin.

Dia Bersama keluarga dan warga desa lainnya telah menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa. Dengan menggelar tikar seadanya, suasana berbuka puasa menjadi sangat asyik.

Tempatnya sangat indah membuat pengunjung betah menikmati keindahan alam. Meski berpuasa, keindahan alam tempat ini membuat pengunjung dapat menghabiskan waktu hingga matahari terbenam.

“Dari tempat ini kita bisa melihat pemandangan, ada sungai mahakam, juga kelihatan Stadion Aji Imbut, Jembatan Mahakam di Tenggarong,” katanya sambil menunjuk ke arah kumpulan lampu yang mulai menyala.

Tadabbur Alam

Pepohonan Ekaliptus yang berjajar rapi di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Kutai Kartanegara. (foto: Abdul Jalil)
Pepohonan Ekaliptus yang berjajar rapi di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Kutai Kartanegara. (foto: Abdul Jalil)

Hari sudah senja, matahari pun sudah tak tampak karena tertutup awan di ufuk barat. Fahruddin bersama keluarga dan rombongan yang ikut ngabuburit kali ini duduk melingkar di atas tikar.

Di tengah mereka sejumlah menu berbuka puasa telah tersaji. Tak lupa air mineral juga telah disediakan. Sebelum berbuka, Fahruddin mengajak yang lain untuk berzikir yang kemudian diakhir dengan doa berbuka puasa.

Berpuasa adalah salah satu ibadah wajib bagi seorang muslim. Meski berat, dengan tradisi ngabuburit bisa menghabiskan waktu hingga tiba waktu berbuka puasa.

“Berdoa sambil mendekatkan diri ke alam membuat suasana bulan ramadan menjadi sangat indah. Kami sengaja datang ke sini agar bisa menikmati alam dan mendekatkan diri kepada Allah melalui ciptaan-Nya yang indah ini,” kata Fahruddin.

Menghabiskan waktu sore menunggu berbuka puasa bersama keluarga adalah momen terbaik di Bulan Ramadan. Keluarga muslim di indonesia selalu memanfaatkan waktu jelang berbuka puasa untuk saling bercengkerama, menghangatkan suasana kekeluargaan.

Simak juga video pilihan berikut