Serunya Nonton Adu Bagong

Liputan6.com, Bengkulu: Bagong atau babi hutan oleh para petani dianggap hama. Karena itu bagong sering diburu baik dengan tangan kosong atau dengan bantuan anjing.

Namun di Bengkulu kebiasaan berburu bagong ini dijadikan perlombaan, yakni mengadu ketangkasan anjing berkelahi dan melumpuhkan babi hutan. Para pesertanya tak hanya berasal dari Bengkulu tetapi juga Jambi, Lampung, Palembang, Padang, dan Jakarta.

Adu bagong ini digelar selain untuk mengurangi populasi hama babi juga merupakan ajang menyalurkan hobi berburu tradisional masyarakat Bengkulu.

Ratusan peserta dari berbagai daerah, Sabtu (4/6), mengikuti perlombaan. Para peserta adu bagong ini bukan saja diikuti pria dewasa, anak-anak pun ada yang ikut serta. Bahkan wanita mudapun ikut dalam acara tersebut.

Kriteria perlombaan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu jenis anjing kampung, anjing campuran, dan anjing ras yang merupakan anjing peranakan dari luar negeri. Satu ekor babi akan diadu dengan lima ekor anjing di dalam arena yang terbuat dari kawat besi setinggi dua meter dengan luas 15 meter persegi.

Satu putaran lima ekor anjing diberi waktu dua menit untuk bertarung dan menggigit babi. Anjing yang terlebih dahulu menggigit tidak lepas-lepas menjadi pemenang. Sedangkan nilai tertinggi adalah anjing yang berhasil menggigit tengkuk, bagian leher belakang babi.

Namun tidak semua anjing yang ikut berani bertarung dengan babi. Ada juga anjing yang hanya diam bahkan lari bila dikejar bagong. Babi yang dijadikan sasaran disiapkan panitia sebanyak lima ekor. Namun dalam pertarungan babi dilepas satu persatu. Saking serunya pertarungan dan banyak anjing yang terlibat membuat babi jatuh pingsan dan lemas tidak berdaya.

Adu bagong ini biasanya dilaksanakan sebelum berburu babi masal. Kegiatan ini juga sebagai sarana untuk meningkatkan pariwisata di Bengkulu dan ajang perkenalan dan persahabatan sesama komunitas persatuan buru babi (Porbi).(IAN)