Sesak Napas Setiap Pakai Masker? Waspadai Kemungkinan Gangguan Pernapasan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Penggunaan masker bagi sebagian orang mungkin terasa menyiksa. Ada yang merasa jadi tidak nyaman atau bahkan sesak napas. Padahal, banyak manfaat dari penggunaan masker. Termasuk menjaga berat badan hingga monitor kesehatan

Dokter Michael Triangto SpKO – Spesialis Kedokteran Olahraga sekaligus Direktur Slim&Health Sports Center Jakarta menjelaskan sebenarnya fungsi utama masker itu melindungi diri dari terinfeksi virus Corona serta mencegah menginfeksi orang lain di saat kita sakit.

Namun, ada lima manfaat lainnya dengan menggunakan masker. Berikut rinciannya,

1. Mengukur intensitas latihan

“Apabila kita merasa sesak saat berolahraga dengan masker, hal ini menandakan intensitas latihan yang kita lakukan sudah memasuki intensitas berat,” kata Michael dalam rilisnya.

2. Menjaga berat badan

Ingin bisa mengontrol berat badan? Anda bisa menggunakan masker. Menurut Michael penggunaan masker mencegah kita makan atau minum sesuatu yang dilarang atau secara berlebihan. Apalagi di masa pandemi COVID-19 ini, orang yang obesitas berisiko lebih besar saat terinfeksi Corona.

Monitor Kesehatan

3. Pengingat

“Saat kita harus menggunakan masker, hal itu menandakan keadaan di luat rumah masih belum aman bagi kesehatan kita,” ujar Michael.

4. Tanggung jawab sosial

Kita tentu tidak ingin disalahkan atau merasa menyesal hanya karena tidak menggunakan masker. Michael bilang apabila kita menggunakan masker, itu menandakan kita orang yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

5. Monitor kesehatan

Nah, ini bisa menjadi peingat buat Anda yang merasa engap atau sesak setiap menggunakan masker. Michael menjelaskan apabila menggunakan masker membuat Anda merasa sesak napas meski tidak berolahraga, itu bisa menandakan kemungkinan adanya gangguan pada sistem pernapasan.

Masker untuk Penderita Asma

Dikutip Creaky Joints, hanya sedikit orang yang menikmati mengenakan masker kain waja, seperti yang direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Pusat AS ketika di luar rumah selama pandemi coronavirus. Tetapi apabila Anda memiliki kondisi pernapasan kronis seperti asma atau COPD, menutupi mulut dan hidung Anda bisa menjadi sangat menantang.

Penghalang fisik masker membuat lebih sulit untuk mengambil udara; itu juga memerangkap beberapa karbon dioksida saat Anda mengeluarkan napas, yang berarti Anda akhirnya menghirup udara yang lebih hangat dan lembap.

Meskipun menggoda untuk tidak menggunakan masker wajah, para ahli kesehatan mengatakan tidak menggunakan masker di tempat umum yang ramai selama pandemi coronavirus adalah hal yang tidak boleh.

"Saya merekomendasikan penggunaan masker wajah untuk semua orang di masa-masa ini, terutama bagi penderita asma dan COPD," kata Neil Schachter, MD, profesor medicine, pulmonary, critical care, and sleep medicine, di Mount Sinai Hospital, New York City.

"Kita perlu melindungi mereka yang berisiko, khususnya mereka yang memiliki saluran napas yang rapuh,” katanya menambahkan.

Penderita asma sebelum pergi keluar rumah dengan masker bisa mencoba menggunakan inhaler penyelamat. Cara ini dapat membuka saluran udara dan setidaknya meningkatkan aliran udara awal Anda dalam jangka pendek

Selain itu, meski mengenakan masker mungkin tidak nyaman bagi penderita asma atau COPD, Schachter mengatakan ada beberapa manfaat di luar yang terkait dengan coronavirus.

“Dalam cuaca panas, ini membantu melindungi terhadap dampak berbahaya dari polusi seperti debu dan jamur serta serbuk sari. Di musim dingin ini bertindak sebagai reservoir untuk udara yang dihembuskan hangat, mencegah udara kering yang dingin yang dapat memicu bronkospasme, ”katanya.