AS Sesalkan Rancangan Peraturan Guna Larang Adopsi di Rusia

Washington (ANTARA/Xinhua-OANA) - Pemerintah AS, Rabu (26/12), menyatakan Washington menyesalkan tindakan Parlemen Rusia menyetujui rancangan peraturan yang melarang warganegara Amerika mengadopsi anak-anak Rusia.

"Sejak 1992, banyak keluarga Amerika telah menyambut lebih dari 60.000 anak Rusia di rumah mereka, memberi mereka kesempatan untuk tumbuh di lingkungan keluarga," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Patrick Ventrell di dalam satu pernyataan. "Rancangan tersebut, yang disahkan oleh Parlemen Rusia, akan menghalangi banyak anak menikmati kesempatan baik ini."


Ia menyatakan "tindakan menyesatkan untuk menaitkan nasib anak-anak dengan pertimbangan politik yang tak berkaitan", demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis pagi.

Dewan Federasi Rusia, Majelis Tinggi Parlemen, Rabu (26/12), menyetujui rancangan peraturan "Anti-Magnitsky Act", atau "Dima Yakovlev" --yang melarang warganegara AS mengadopsi anak yatim-piatu Rusia dan bertindak sebagai penengah di belahan Bumi tersebut.

Rancangan peraturan itu dipandang banyak kalangan sebagai "pembalasan" atas "Magnitsky Act" AS, yang disahkan oleh Majelis Rendah dan Senat AS pada November. "Magnitsky Act" memberlakukan larangan visa dan pembekuan aset para pejabat Rusia yang dianggap "bertanggung-jawab atas kematian Sergei Magnitsky" --pengacara yang meninggal pada 2009 di satu penjara Moskow, setelah menuduh para pejabat melakukan penggelapan pajak.

Menurut proses di Rusia, rancangan peraturan itu akan diajukan kepada Presiden Vladimir Putin untuk ditandatangani. Rancangan tersebut akan berlaku pada 1 Januari 2013, jika ditandatangani oleh Presiden dan menjadi peraturan.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.