Sesuai Orasi Ilmiah Megawati, PDIP Tinggal Tunggu Momentum Umumkan Capres-Cawapres 2024

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto meyakini, sang ketua umumnya Megawati Soekarnoputri memahami bahwa survei seoang pemimpin adalah sebuah instrumen. Namun harus dipastikan hal itu merupakan hasil nyata tanpa rekayasa opini.

"Tadi kan Ibu Megawati mengatakan supremasi opini itu sering kali mengalahkan fakta. Dan menjadi seorang pemimpin memang dia harus punya kemampuan komunikasi politik yang baik. Tetapi di luar itu, dia punya tanggung jawab, dia punya kekokohan dalam hal prinsip. Dia punya kemampuan teknokratik dan itu kan harus dipersiapkan, dilakukan dengan sebaik baiknya," kata Hasto usai menyaksikan orasi ilmiah Megawati saat dikukuhkan gelar profesor kehormatan oleh Universitas Pertahanan, Jumat (11/6/2021).

Hasto menambahkan, dengan penyataan Megawati, kini PDIP tinggal menunggu momentum yang tepat untuk mengumumkan siapa calon presiden dan wakil presiden diusung untuk periode selanjutnya.

"Yang jelas, sesuai dengan orasi ilmiah Megawati soal kepemimpinan strategik, pihaknya akan mencari sosok pemimpin yang punya watak pembebasan serta keberpihakan kepada Wong Cilik. Pemimpin strategik yang punya tanggung jawab bagi masa depan bangsa dan negara," urai Hasto.

Menurut Hasto, mengutip pidato ilmiah Megawati, kepemimpinan strategik bukan hanya bicara keberhasilan masa lalu, namun bagaimana korelasinya dengan masa kini dan tanggung jawab akan masa depan.

"Dan kalau kita lihat kepemimpinan strategik Ibu Megawati Soekarnoputri, memang punya orientasi menyiapkan kader-kader pemimpin tidak hanya bagi 2024 yang akan datang, tetapi bagi kelangsungan bangsa dan negara ini dengan jati diri bangsa itu," yakin Hasto.

Usung Jokowi

Dia lalu menyontohkan tahun 2014 lalu. Saat itu, banyak yang meragukan ketulusan Megawati bertanggung jawab atas masa depan Indonesia. Dan Megawati menjawabnya dengan sebuah keputusan genuine mengusung Jokowi menjadi presiden.

"Bapak Jokowi ini berproses dari bawah. Dari wali kota, gubernur, dan kemudian menjadi presiden RI. Nah karakter kepemimpinan dari bawah inilah yang terus didorong, pemimpin yang memahami hati dan kehendak dari rakyat itu sebagai fungsi yang dijalankan oleh partaii politik seperti PDI Perjuangan," Hasto menandasi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: