Setahun, 200 Unit Honda Tiger Curian Dikanibal

TEMPO.CO, Bogor- Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bogor membongkar komplotan penjahat spesialis pencurian, penggelapan dan penadahan sepeda motor yang dipreteli atau dikanibal.

Hasil kejahatan kelompok ini cukup mencengangkan. Sebab, dalam satu tahun sedikitnya 200 unit sepeda motor Honda Tiger dan Megapro hasil curian berhasil dipreteli dan onderdilnya dijual kembali ke pasaran.

"Semua sepeda motor itu dibeli tersangka SA (masih buron) tanpa surat kepemilikan berupa STNK dan BPKB. Itu motor bodong hasil kejahatan. Harganya berkisar Rp 4 sampai 5 Juta per unit," kata Kepala Satreskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Imron Ermawan di Cibinong, Kamis, 9 Agustus 2012.

Dalam operasi penggerebekan sebuah rumah di Kampung Cijambu,Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Bogor pada Rabu, 8 Agustus 2012 sekira pukul 08.00, polisi mengamankan dua orang pelaku, yakni IR,32 tahun dan RA, 28 tahun. Sedangkan pemilik penadahan motor curian tersebut, SA, 38 tahun masih dalam pengejaran petugas.

Menurut Imron, diduga rumah milik SA tersebut menjadi membongkar atau mempreteli sepeda motor hasil kejahatan khusus jenis Honda Tiger dan Megapro. Setelah dilakukan penggeladahan, polisi menemukan berbagai jenis onderdil sepeda motor, seperti knalpot, rangka motor, baut, plat nomor polisi dan barang bukti lainnya.

"Dari rumah kanibal motor ini diamankan dua orang laki-laki bernama IR dan RA. Kedua orang tersebut merupakan pekerja yang di suruh oleh SA untuk mengkanibal sepeda motor," jelas Kasat Reskrim.

Berdasarkan pengakuan IR, pekerjaan tersebut sudah berlangsung selama 1 tahun dan sedikitnya 200 unit motor Tiger dan Megapro sudah dikanibal dan dijual kepada penadah lainnya di Kota Bogor. "Tersangka dijerat Pasal 481 dan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman selama tujuh tahun penjara," tegas Imron.

ARIHTA U SURBAKTI

Berita lain:

Pengemudi Xenia Maut: Saya Bukan Monster

Petugas Kebersihan ini Curi 371 Ponsel

Truk Lewat, Kaki Pengendara Supra Hilang Satu

Rampok Minimarket, Uang Rp 43 Juta Ludes

Saksi Tak Datang, Sidang Afriyani Batal

Sambut Lebaran, 8.000 Polisi Dikerahkan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.