Setahun Berlalu, Momen Persebaya Merusak Momen Perpisahan Bambang Pamungkas dan Persija

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Surabaya - Tepat satu tahun lalu, Bambang Pamungkas resmi gantung sepatu sebagai pesepak bola pada usia 39 tahun. Momen itu mengakhiri 20 tahun petualangan karier sosok yang akrab disapa Bepe tersebut.

Bepe mengumumkan keputusan pensiun dalam laga kandang terakhir Persija Jakarta di Shopee Liga 1 2019 pada 17 Desember 2019. Perpisahannya dengan Persija Jakarta dan The Jakmania membuat suasana menjadi emosional.

Sayang, rangkaian acara tersebut tidak begitu manis buat Bambang Pamungkas dan Persija. Sebab, mereka dipaksa menelan kekalahan di kandang sendiri. Adalah Persebaya Surabaya yang mampu mencuri poin penuh di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan skor 2-1.

Semua gol lahir pada babak pertama. Persebaya unggul terlebih dahulu berkat Osvaldo Haay pada menit kedelapan dan Diogo Campos pada menit ke-24. Sementara Persija lagi-lagi mendapat penalti untuk membobol gawang tamunya seperti beberapa pertandingan sebelumnya.

Striker Marko Simic yang menjadi eksekutor gagal menyelesaikan tugasnya. Beruntung, bola muntah berhasil diselesaikannya pada menit ke-30 dan menggetarkan jala gawang Persebaya. Menariknya, ini jadi kemenangan pertama Persebaya di kandang Persija setelah 10 tahun.

“Pertandingan yang menarik selama 90 menit. Kedua tim jual beli serangan. Saya cukup yakin dengan tim saya yang bisa mengimbangi. Alhamdulillah, kami bisa mengalahkan Persija setelah 10 tahun bermain di GBK,” kata Aji Santoso, pelatih Persebaya.

Selama hampir dua dekade, sosok Bambang Pamungkas sebenarnya sangat lekat dengan Persija. Selama 16 tahun dari 20 tahun kariernya, pemain kelahiran Getas, Kabupaten Semarang, itu berkostum Persija Jakarta.

Musim 2019 telah menandai kiprah sang striker legendaris Timnas Indonesia dalam 20 tahun karier profesionalnya. Pemain yang akrab disapa Bepe itu dikenal sebagai striker lokal tajam dan menjadi andalan Tim Garuda sekaligus Macan Kemayoran.

Meski gantung sepatu, Bepe merasa tidak berpisah dengan Macan Kemayoran. Hasil negatif itu hanya membuat suasana rusak karena dipaksa menelan pil pahit.

“Ini hasil yang tidak bagus. Apa pun alasannya memang kami mencari kemenangan. Tidak hanya memperbaiki peringkat, tapi juga ini masalah harga diri antara Persija Jakarta dan Persebaya,” ucap sosok yang identik dengan nomor punggung 20 itu.

“Saya tidak merasa ini perpisahan untuk saya. Saya merasa ini adalah rumah saya. Jadi apapun kondisinya, saya akan menerimanya dengan hati gembira,” imbuh Bambang Pamungkas yang kini menjadi manajer Persija itu.

Bambang Pamungkas di Mata Aji Santoso

Stiker Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, saat momen pensiun usai melawan Persebaya Surabaya pada laga Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Selasa (17/12). Bepe mengakhiri kariernya pada musim ini. (Bola.com/Yoppy Renato)
Stiker Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, saat momen pensiun usai melawan Persebaya Surabaya pada laga Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Selasa (17/12). Bepe mengakhiri kariernya pada musim ini. (Bola.com/Yoppy Renato)

Aji Santoso yang datang sebagai lawan dalam pertandingan ini punya kenangan bersama Bambang Pamungkas. Sebab, dua sosok ini sama-sama pernah berstatus sebagai mantan kapten Timnas Indonesia dan menjadi teladan bagi pemain muda.

Aji dan Bepe sebenarnya dua orang berbeda generasi semasa sebagai pemain. Usia keduanya terpaut 10 tahun. Tapi, keduanya memiliki kebersamaan masuk skuat Timnas Indonesia pada Piala Asia 2000.

Saat itu, Aji sudah memasuki penghujung karier di tim nasional dengan usianya yang telah 30 tahun. Sementara Bepe menjadi striker muda yang baru muncul bersama Persija Jakarta.

“Laga ini boleh jadi perpisahannya Bambang Pamungkas sebagai pemain Persija. Kita semua tahu dan mungkin sepakat Bambang Pamungkas adalah seorang legenda, seorang andalan bagi Timnas Indonesia,” kata Aji.

“Seharusnya Bambang Pamungkas jadi sosok panutan bagi pesepak bola lainnya. Bagaimana dia bersikap, baik di dalam maupun luar lapangan. Saya salut dengan dia, sebagai junior saya di tim nasional, mudah-mudahan dia sukses setelah dia tak lagi menjadi pesepak bola,” tutur Aji.

Prestasi Bambang Pamungkas

Suporter Persija Jakarta melakukan perpisahan dengan Bambang Pamungkas usai melawan Persebaya Surabaya pada laga Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Selasa (17/12). Persija kalah 1-2 dari Persebaya. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Suporter Persija Jakarta melakukan perpisahan dengan Bambang Pamungkas usai melawan Persebaya Surabaya pada laga Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Selasa (17/12). Persija kalah 1-2 dari Persebaya. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Selama 20 tahun berkarier, Bambang Pamungkas telah mempersembahkan beberapa gelar juara untuk klub ibu kota tersebut, di antaranya Liga Indonesia 2001, Piala Presiden 2018, dan Liga 1 2018. Bepe juga dikenal berkarier di beberapa klub luar negeri.

Sebut saja EHC Norad (Belanda) dan Selangor FA (Malaysia). Saat di Negeri Jiran, dia mempersembahkan tiga trofi sekaligus pada 2005, yaitu Malaysia Premier League, Piala Malaysia, dan Piala FA Malaysia.

Sayang, Bepe tidak memberikan prestasi apapun selama kariernya di Timnas Indonesia. Selama 12 tahun di Tim Merah Putih pada 2000 hingga 2012, titel terbaiknya hanyalah runner-up Piala AFF. Itu terjadi pada edisi 2000, 2002, dan 2010.

Di sisi lain, kemenangan atas Persija ini melengkapi hasil positif Persebaya mengalahkan dua klub rival sekaligus dalam dua laga beruntun. Hanya lima hari sebelumnya, Persebaya sukses pesta gol dengan skor 4-1 atas Arema FC di Stadion Batakan, Balikpapan, pada 12 Desember 2019.

Saat Jakarta dalam suasana haru dan sedih, Surabaya justru bersorak bergembira. Bonek, suporter Persebaya, menyambut kedatangan para penggawa Bajul Ijo bak pahlawan yang baru saja memenangi kompetisi bergengsi.

Video