Setahun Jokowi-Ma'ruf, RI Ingin Jadi Pemain Utama Kendaraan Listrik

Dedy Priatmojo
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejumlah proyeksi dan pencapaian disampaikan tepat setahun pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin berjalan. Di antaranya, Indonesia bertekad untuk menjadi pemain utama dalam industri otomotif, khususnya dalam memproduksi kendaraan listrik.

Dalam Buku Laporan Tahunan 2020, Peringatan Setahun Jokowi-Ma'ruf yang dirilis Kantor Staf Presiden, Selasa, 20 Oktober 2020 – yang berjudul 'Bangkit untuk Indonesia Maju' – Indonesia menyadari bahwa energi masa depan adalah energi bersih yang ramah lingkungan. Tren dunia otomotif mengalami perubahan besar dengan hadirnya kendaraan listrik.

"Indonesia tidak ingin hanya menjadi konsumen namun, bertekad menjadi pemain utama. Ekosistem pun disiapkan," tulis KSP dikutip VIVA dari Buku Laporan Tahunan 2020, Peringatan Setahun Jokowi-Ma'ruf: Bangkit untuk Indonesia Maju.

Salah satu yang dilakukan pemerintah adalah dengan percepatan pembangunan pembangkit berbasis Energi Baru dan Terbarukan atau EBT, seperti PLTA, tenaga surya, hingga panas bumi.

Pemerintah menargetkan tahun 2025 penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) mencapai 23 persen. Angka ini terbilang optimis dibandingkan capaian tahun ini yang kurang dari 15 persen.

Seperti diketahui, kendaraan listrik menjadi kebutuhan baru bagi masyarakat dunia, termasuk juga di Tanah Air. Pemakaiannya bukan hanya sebagai alat angkut yang digunakan secara pribadi, tetapi sebagai fasilitas transportasi massal di suatu wilayah.

Berdasarkan pemaparan data Kementerian Perhubungan, saat ini ada 2.278 kendaraan listrik berbagai tipe yang sudah mendapatkan Surat Registrasi Uji Tipe atau SRUT di Indonesia. Dokumen ini adalah penanda seberapa banyak jumlah kendaraan yang telah dipasarkan oleh pabrikan.

Jumlah paling banyak yakni sepeda motor, yang angkanya mencapai 1.947 unit. Disusul oleh kendaraan bermotor roda empat dengan 229 unit, roda tiga 100 unit dan bus 2 unit. (ren)