Setelah Digugat Twitter, Giliran Pemegang Saham Ikut-ikutan Tuntut Elon Musk

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus gugatan Twitter ke Elon Musk gara-gara batal membeli Twitter terus bergulir. Kini giliran pemegang saham mereka ajukan tuntutan. DilaporkanEngadget, Selasa (2/8), seorang investor Twitter mengajukan gugatan clas action kepada bos Tesla itu. Tuntutannya tersebut memaksa Musk agar tak mundur dari kesepakatan.

Diwakili Luigi Crispo, ia menuduh bahwa Musk telah melanggar kontrak dan melanggar kewajiban fidusia kepada pemegang saham Twitter. Ia mengklaim jika Elon menawarkan alasan yang lemah untuk mengingkari kontraknya.

Musk bulan lalu berusaha untuk mencuci tangan dari tawarannya untuk membeli Twitter. Dirinya mengklaim bahwa Twitter membuat representasi yang salah dan menyesatkan tentang jumlah bot dan akun palsu di platformnya.

Crispo pun setuju dengan klaim Twitter bahwa Musk menggunakan klaim palsu tentang bot dan spam untuk keluar dari kesepakatan tanpa kedudukan hukum yang sah untuk melakukannya. Juga seperti Twitter, Crispo mencari perintah pengadilan yang mengharuskan Musk menyelesaikan pembelian.

Sebagaimana diketahui, Twitter dengan cepat menggugat Musk dalam upaya membuatnya menghormati kewajibannya dan membeli perusahaan itu. Pekan lalu, Musk membuat pengarsipan balik, yang tetap disegel untuk saat ini.

Seorang hakim mengabulkan permintaan Twitter untuk sidang yang dipercepat, yang dijadwalkan akan dimulai pada 17 Oktober dan berlangsung selama lima hari. Sementara itu, pemegang sahamnya akan memberikan suara pada pengambilalihan pada 13 September.

Sementara itu, Crispo memegang 5.500 saham di Twitter. Itu bernilai hampir USD300.000 dengan tawaran USD 54,20 per saham yang dibuat Musk untuk membeli Twitter langsung pada bulan April. Saham tersebut saat ini bernilai USD223.000 dengan harga saham Twitter saat ini, yaitu USD 40,55 pada saat pencatatan awal. [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel