Setelah Lonjakan Kasus Positif COVID-19, India Akan Beri Vaksinasi Gratis

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, New Delhi - Dalam upaya untuk mengendalikan pandemi COVID-19 yang telah menewaskan ratusan ribu penduduk India, Perdana Menteri (PM) Narendra Modi telah mengatakan negara tersebut akan menyediakan vaksin COVID-19 gratis untuk semua orang dewasa.

Dikutip dari al jazeera, Selasa (8/6/2021), Modi mengumumkan hal itu pada hari Senin 7 Juni 2021 kemarin setelah berminggu-minggu dikritik karena peluncuran vaksin yang hanya mencakup kurang dari lima persen dari perkiraan populasi orang dewasa India yang berjumlah 950 juta.

Pakar kesehatan telah memperingatkan bahwa vaksinasi adalah satu-satunya cara untuk melindungi masyarakat India dari gelombang infeksi ketiga setelah lonjakan pada bulan April hingga Mei.

India adalah negara kedua yang paling terdampak dari COVID-19 setelah Amerika Serikat (AS) dengan kasus positif hampir menyentuh angka 29 juta.

"Apakah itu masyarakat miskin, kelas menengah ke bawah, kelas menengah, atau kelas menengah atas, di bawah program pemerintah federal, semua orang akan mendapatkan vaksin gratis," ujar Modi di televisi nasional negara tersebut.

Akan Izinkan RS Swasta Memiliki 25 Persen dari Pasokan Vaksin

Potret India yang Babak Belur Dihantam Tsunami Covid-19 (AP Photo/Anupam Nath)
Potret India yang Babak Belur Dihantam Tsunami Covid-19 (AP Photo/Anupam Nath)

Di bawah kebijakan sebelumnya, pemerintah federal memberikan vaksin gratis kepada orang tua, pekerja esensial, dan meninggalkan pemerintah negara bagian dan rumah sakit swasta untuk memberikan dosis dengan biaya kepada penduduk dalam kelompok usia 18-45 tahun.

Pemerintah negara bagian juga bersaing satu sama lain untuk mendapatkan vaksin dari produsen lokal maupun perusahaan asing.

"Kami akan meningkatkan kecepatan pegadaan vaksin dan juga meningkatkan kecepatan program vaksinasi," kata Modi.

India telah menggunakan vaksin AstraZeneca yang diproduksi secara lokal oleh Serum Institute of India dan Covaxin yang dibuat oleh perusahaan lokal Bharat Biotech.

Modi mengatakan pemerintah akan mengizinkan rumah sakit swasta untuk memiliki 25% dari semua pasokan vaksin tetapi tidak boleh mengenakan biaya lebih dari 30 ribu rupiah di atas biaya dosis.

"Kebijakan inokulasi terpusat ini menghilangkan negara-negara yang harus bersaing satu sama lain untuk pasokan vaksin, membuat mereka berkonsentrasi untuk mendistribusikannya dengan cepat ke populasi mereka," jelas Gautam Menon, profesor fisika dan biologi di Universitas Ashoka, New Delhi.

Reporter: Paquita Gadin

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel