Setelah Paralimpiade Tokyo, Ni Nengah Widiasih Bersiap untuk World Para Powerlifting

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Denpasar - Suasana Bandara I Gusti Ngurah yang biasanya lengang, tiba-tiba ramai pada Sabtu siang (4/9/2021). Bukan karena ada pejabat yang datang. Melainkan pahlawan Indonesia peraih medali perak cabor angkat berat di Paralimpiade Tokyo 2020, Ni Nengah Widiasih.

Dia akhirnya kembali ke Bali setelah menjalani masa karantina di Jakarta. Kebetulan, terakhir kali Widiasih pulang kampung terjadi pada Oktober 2020. Setelah itu, dia fokus untuk menjalani pemusatan latihan di Surakarta bersama atlet dari cabor lain di Paralimpiade Tokyo 2020.

Widiasih disambut langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Kadisdikpora Bali IKN Boy Jayawibawa. Selain itu perwakilan dari National Paralympic Committee (PC) Bali juga hadir.

Tapi yang ingin dilihat Widiasih tentu saja keluarganya yang sudah menanti di Bandara Ngurah Rai sejak pukul 11.00 WITA. Widiasih tidak bisa menutupi rasa haru setelah ibunda tercintanya, Ni Luh Bingin memeluk erat Widiasih.

Tentu bagi lifter kelahiran Banjar Bukti, Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, kabupaten Karangasem tersebut, medali perak yang diraihnya adalah capaian terbesar selama mengikuti Paralimpiade dalam tiga edisi terakhir.

Di Paralimpiade Rio 2016, Ni Nengah Widiasih hanya mampu meraih perunggu. Total, 21 medali berhasil diraih Widiasih di semua ajang yang diikuti mulai Peparnas XIII/2008, ASEAN ParaGames, Asian ParaGames, hingga World Para Powerlifting Championship.

Menatap Paralimpiade Paris 2024

Lifter Ni Nengah Widiasih meraih medali perak pada Paralimpiade Tokyo 2020 setelah turun di kelas 41 kg putri.
Lifter Ni Nengah Widiasih meraih medali perak pada Paralimpiade Tokyo 2020 setelah turun di kelas 41 kg putri.

Di Bali, Ni Nengah Widiasih mungkin hanya punya waktu sebentar saja untuk bertemu keluarga dan melepas lelah setelah satu tahun penuh berlatih dan berkompetisi.

Kemungkinan besar pekan depan dia akan bertolak kembali ke Jakarta untuk bertemu Presiden Joko Widodo bersama dengan rombongan atlet Indonesia di Paralimpiade Tokyo.

Pada Senin (6/9/2021), rombongan atlet lainnya kembali dari Tokyo dan wajib menjalani masa karantina di Jakarta. Berhasil meraih perak, dia tentu sangat senang. Namun dia belum puas denga napa yang diraihnya saat ini.

Ada ambisi besar untuk bisa lolos dan memperbaiki perolehan medali di Paralimpiade Paris 2024.

“Saya tidak punya waktu istirahat yang banyak dengan keluarga. Setelah dari Bali, saya akan kembali berlatih karena akhir November, saya ikut di World Para Powerlifting Championship di Georgia. Ini adalah ajang pra kualifikasi pertama untuk Paralimpiade Paris 2024,” ucapnya.

Selain melakukan persiapan kembali, Widiasih pun sudah ditunggu dengan bonus melimpah. Pemerintah pusat sudah menggaransi jika bonus medali yang diterima oleh peraih medali di Paralimpiade, sama dengan Olimpiade Tokyo.

Bonus

Pahlawan Indonesia peraih medali perak cabor angkat berat di Paralimpiade Tokyo 2020, Ni Nengah Widiasih, tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sabtu siang (4/9/2021). (Bola.com/Maheswara Putra)
Pahlawan Indonesia peraih medali perak cabor angkat berat di Paralimpiade Tokyo 2020, Ni Nengah Widiasih, tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sabtu siang (4/9/2021). (Bola.com/Maheswara Putra)

Itu artinya, dia akan mendapatkan bonus sebesar Rp2,5 miliar karena meraih medali perak. Bonus juga diberikan oleh Pemprov Bali. Namun bonus tersebut tidak lebih besar dari bonus yang diberikan pemerintah pusat.

Secara simbolis, Widiasih menerima bonus tersebut dari Wakil Gubernur Bali, Cok Ace. “Hari ini, adalah hari yang sangat berbahagia bagi kita semua. Putri kita kembali dari Paralimpiade dan mendapatkan hasil yang membanggakan. Apa yang sudah diraihnya, bisa menjadi inspirasi bagi kita semua,” ungkap Cok Ace.

“Kalau apresiasi dari pemerintah, kami akan berusaha. Semua tahu pemerintah hingga masyarakat sedang mengalami masa sulit akibat pandemi Covid-19. Ini hanya sekadar uang pembinaan dan jumlahnya tidak sebesar. Hanya Rp50 juta. Jumlah yang kecil tapi besar manfaatnya,” tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel