Setelah Suami Kena PHK, Aku jadi Tulang Punggung Keluarga demi Putraku

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Desi Natalia Fendiawati

Nama saya Yuli. Saya berusia 27 tahun. Saya adalah seorang ibu bekerja dengan lulusan pendidikan sarjana keperawatan, dan saat ini bekerja di salah satu rumah sakit swasta di kota medan. Saat ini saya sudah memiliki seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 2 bulan. Keinginan menjadi ibu rumah tangga sudah lama menjadi harapanku saat aku melahirkan anakku. Namun keadaan ekonomi keluarga membuat aku membatalkan keinginan tersebut.

Anakku lahir dengan bawaan kolik dan banyak alergi sejak lahir, sehingga sedikit berbeda dari pada anak pada umumnya. Tentunya perbedaan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Aku membantu suamiku mencari pundi-pundi rupiah untuk kebutuhan anakku. Semua kebutuhannya kami persiapkan dengan produk yang paling baik. Namun semua semakin sulit saat suamiku di PHK sejak awal pandemi virus corona masuk ke Indonesia. Hingga saat ini sudah kurang lebih 9 bulan suamiku menjadi pengangguran. Dan akulah yang menjadi tulang punggung.

Aku berusaha agar tetap bisa memberikan yang terbaik untuk anakku. Aku bekerja di rumah sakit meski aku tahu aku sangat berisiko. Aku seorang ibu menyusui yang masih sering begadang. Dan bekerja di rumah sakit membuatku takut, kalau kalau aku menularkan penyakit pada anakku. Tapi semuanya ku pasrahkan kepada Tuhan bahwa aku pasti mampu melaluinya.

Mencari Pemasukan Tambahan

Bersama anak./Copyright Yuli Anita Tarigan
Bersama anak./Copyright Yuli Anita Tarigan

Aku berpikir harus bagaimana mencari tambahan uang karena gaji kami sejak Covid-19 dipotong 10%. Aku melihat ada peluang sebagai pemburu giveaway, aku pun mengikuti berbagai giveaway di sosial media. Dan alhamdulillah beberapa kali aku menang, dan bisa aku gunakan untuk kebutuhan keluarga.

Kadang aku tidak punya waktu untuk mengikuti giveaway karena kepadatan waktu bekerja, dan saat pulang harus mengurus anak. Sehingga aku memakai jam waktu tidurku untuk mengikuti giveaway, karena aku ingin membuka usaha namun modal belum cukup. Semoga lewat giveaway aku bisa menabung sedikit demi sedikit modal agar bisa bekerja sekaligus menjadi enterpreneur. Ya aku ingin sekali memiliki bisnis fashion seperti menjual produk tas lokal yang premium. Semoga Allah memudahkan niatku. Amiin ya Allah.

#ChangeMaker