Setelah uji coba, 2 objek wisata Solo siap terima kunjungan wisatawan

·Bacaan 2 menit

Dua objek wisata di Kota Solo yakni Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dan Taman Balekambang siap menerima kunjungan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) setelah uji coba selama beberapa hari terakhir.

Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Surakarta sekaligus Sekretaris Daerah Kota Surakarta Ahyani di Solo, Selasa, mengatakan dari hasil monitoring dan evaluasi simulasi, kedua objek wisata tersebut dinyatakan siap dan layak kembali menerima kunjungan pariwisata.

Meski demikian, kata dia, masing-masing pengelola masih harus menunggu mengingat QR Code untuk aplikasi Peduli Lindungi yang masih dalam proses pengajuan.

Ia memastikan hasil evaluasi dan monitoring sudah dilaporkan dan keduanya dianggap layak karena sudah menerapkan aturan yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Surakarta terkait PPKM Level 3 di Solo.

Pada SE Wali Kota Surakarta Nomor 067/2777 tentang PPKM Level 3 COVID-19 di Kota Surakarta tertera simulasi pembukaan kembali destinasi wisata di ruang terbuka mencakup Taman Satwa Taru Jurug dan Taman Balekambang dengan kapasitas maksimum 25 persen.

Selain itu, pengunjung wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai. Sedangkan untuk anak yang berusia kurang dari 12 tahun dilarang untuk memasuki tempat wisata yang dilakukan simulasi pembukaan.

Ia mengatakan dari sisi kesiapan, masing-masing pengelola objek wisata sudah bisa menangani kunjungan wisata dari masyarakat secara umum.

"Sudah dilaporkan, sudah baik, dan siap menerima wisatawan karena sudah melakukan simulasi sesuai arahan," katanya.

Sementara itu Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo mengatakan simulasi sudah dilakukan pada Kamis-Jumat minggu lalu. Ia mengatakan hasil dari simulasi itu menyatakan bahwa TSTJ siap menerima kunjungan wisata karena sarana dan prasarana penunjang dan penerapan protokol kesehatan sudah berjalan dengan baik.

"Satgas sudah mengizinkan buka, tinggal menunggu aplikasinya itu," kata Bimo.

Baca juga: Gibran kebut proyek pariwisata dalam kota Surakarta

Baca juga: Penjualan barang antik di Pasar Triwindu Solo turun 90 persen



Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel