Setengah Lusin Peluncur Roket Militer Armenia Hancur Lebur

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Dentuman peluru artileri dan roket masih terdengar jelas Nagorno-Karabakh (Artsakh), seiring pertempuran antara pasukan Angkatan Bersenjata Armenia dan Azerbaijan yang belum juga berhenti. Dalam sehari terakhir, sejumlah tentara Armenia dikabarkan tewas. Sementara, sejumlah artileri militer Armenia juga berhasil dihancurkan.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari situs resmi Kementerian Pertahanan Azerbaijan, pertempuran masih berlangsung sejak Senin 2 November 2020 siang hingga Selasa 3 November 2020 malam. Otoritas Armenia mengklaim, pasukannya berhasil menghabisi tentara Armenia dalam jumlah masif.

Tak hanya itu, sejumlah artileri militer Armenia juga hancur lebur akibat serangan yang dilancarkan pasukan Azerbaijan di lima front pertempuran Nagorno-Karabakh.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Azerbaijan belum mengeluarkan data korban jiwa prajurit Armenia yang tewas dalam serangan itu. Kementerian Pertahanan Azerbaijan hanya merilis data kerugian peralatan tempur militer Armenia.

"Pada siang hari 2 November dan malam pada 3 November, Angkatan Bersenjata Armenia menembaki posisi unit Angkatan Darat Azerbaijan dari arah berbeda di depan pemukiman warga sipil. Kami meggunakan berbagai senjata ringan, howitzer dan mortir," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Azerbaijan.

"Operasi tempur berlanjut, terutama ke arah Aghdara, Khojavand, Zangilan dan Gubadli. Pada siang dan malam hari, sejumlah besar pasukan musuh, empat unit BM-21 Grad MLRS, satu sistem rudal pertahanan udara KUB, sembilan jenis howitzer dan dua truk bermuatan amunisi, berhasil dihancurkan," lanjut pernyataan itu.

Selain itu, pasukan militer Azerbaijan juga telah berhasil melumpuhkan dua unit pesawat tanpa awak (drone) militer Armenia. Dua unit drone militer Armenia ditembak jatuh dengan menggunakan rudal sistem pertahanan udara S-300 buatan Rusia.